Showing posts with label Leadership. Show all posts
Showing posts with label Leadership. Show all posts

Wednesday, December 2, 2009

Proud Representative


I was captured by yesterday's newspaper headline. Ada seorang politician tempatan yang menyiarkan campaign videonya di youtube dan dikecam hebat oleh TV station di Taiwan kerana politician tersebut meniru video campaign presiden negara mereka. It's not 10% copy....but it's almost 100%! Just change few words. Sesuatu yang memalukan apalagi bagi seorang yang berpengaruh. Oleh kerana tindakannya, parti politiknya mendapat kritikan hebat dari penonton youtube dan pemberita di Taiwan. Saya sendiri berfikir, apakah ahli politik tersebut tidak pernah terfikir bahawa tindakannya akan membawa kesan kepada partinya? bahkan kepada negaranya?

Setiap kita mewakili sesuatu organisasi, sama ada keluarga, gereja, office, College, kampung, rumah panjang dan sebagainya. Apa yang kita lakukan, apa yang kita perkatakan, apa yang kita fikirkan, cara hidup kita, menunjukkan siapa kita dan dari mana kita. Sometimes we forgot who we represent. Ini berbicara mengenai kesaksian kita sehari-hari. Bila kita berada di lingkungan kita (keluarga, office, gereja dll), adakah kesaksian kita memberikan impresi (impression) yang baik? atau gara-gara kita, organisasi (keluarga, office, gereja dll) yang kita wakili menerima kritikan dan komen-komen yang negatif bahkan kita menjadi batu sandungan pada orang lain?

Saya beberapa kali mendengar kalimat ini dari beberapa orang pengkhotbah; "berapa banyak jemaat yang pindah gereja gara-gara kamu?". Wow! saya tersentak saat pertama kali mendengar pertanyaan tersebut dan saya masih ingat sampai ke hari ini. Saya selalu bertanya kepada diri saya apakah kesaksian hidup saya membuat orang lain makin mendekat dan tertarik kepada Yesus atau mereka tidak berminat atau makin menjauh dari Yesus? How about you? Are you a proud representative of God's kingdom? Have you become a good representative of His kingdom? Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita agar kita dimampukan untuk bersaksi; untuk menyampaikan kabar baik dan kabar keselamatan Yesus (Matius 28 : 19 – 20) As I always say to the young people of RYC, "You live once, make use of your life to the max". Be a proud of representative of Christ's kingdom.

Feel free to leave you comments or inputs. Have a blessed day

Thursday, August 27, 2009

Being ONE




Looking back in my past years ministry in RYC, I was blessed to have worked with so many kind of friends and unique + energetic young people. Selalunya orang berkata untuk memiliki team yang sama "kepala" alias minat benda yang sama atau karakter yang sama. I don't really agree with that. Having people yang sama kepala dlm ministry does help at certain times but it can cause problem in later days.

Sepanjang pelayanan saya di SIBKL Lake City, khususnya di RYC, saya bersyukur kerana Tuhan menghantar leaders yang memiliki karakter dan keunikan mereka tersendiri, ada yang intim, ada yang dominan, tidak kurang juga yang cermat dan stabil karakternya. Saya belajar untuk membawa setiap kami terfokus pada visi dan objective dari perjuangan pelayanan RYC dan bukannya konflik di daerah perbezaan pendapat dan pembawaan.

Sedih sekali melihat youth ministry, gereja2 atau organisasi yang pecah gara-gara gagal melihat visi yang sama. Masing-masing mempertahankan pendapat dan cara kerja masing-masing sehingga jemaat terkorban. And still, they're proud to call themselves leaders. Leaders yang bukannya dipimpin Tuhan untuk "membelah laut" (seperti musa) namun, leaders yang dipimpin oleh keegoan cita-cita masing untuk "membelah jemaat", "membelah gereja".

Gereja Tuhan di mana-mana banyak mendengar khotbah mengenai 1 Korintus 12:12-27 namun pratically, not everybody are living to it...saya sendiri masih diproses dalam hal kesatuan, ada hal tertentu yang saya masih lemah namun saya berusaha terus dan tidak akan mengalah kerana MENYESAL SEPARUH MATI kalau kita mengalah dan kita dapat tahu bahawa we just few steps to the finishing line!...
Here's a video that inspires me. This is a dance group that consist of young and senior...how they manage to get together to practice and focus on their goal despite being different in so many ways. If you're leading a team, encourage your team to focus on the vision and learn to trust your team to do the task their own way, as long as the vision is achieve. If you're in a team, know that your part is as important as the others. Be faithful even if it's just a small part or it might not seem like a popular job. God honor you. Be faithful.

Lastly, marilah kita terus menabur benih yang positif dalam generasi kita. Apa yang terjadi pada generasi akan datang bergantung dengan apa yang kita lakukan pada generasi ini. Tidak mungkin kita menuai generasi yang bersatu jika kita tidak menabur "benih-benih" kesatuan dalam generasi ini. Denominasi boleh saja berbeza, cara ibadah boleh saja berbeza...why not we focus on the same vision? -stay blessed :)

Being Abraham

Gereja kami baru saja mengumumkan ahli majlis gereja yang baru and 90% of them are FRESH! Young and the dangerous (to the kingdom of darkness) and full of energy and vision. Relevant Youth Church (RYC) has been passed to a new generation of leaders led by my bro. Alexson.

Saya bersyukur kerana dalam tempoh 2007-2009, TUHAN telah mempercayakan saya memimpin RYC ke satu level yang boleh menjadi berkat bagi generasi ini malah saya sangat yakin dan pasti bahawa RYC akan dipimpin ke level yang lebih tinggi lagi, merebut “kota-kota” lain di dalam “tanah kanaan” yang sudah Dia sediakan untuk gereja kami. Musa sudah memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir..suatu tugas yang sukar, sekarang tiba masa Joshua untuk meneruskan perjuangan memasuki tanah kanaan dan menakluk kota-kota yang diberikan Tuhan. The same thing happen in our church now including RYC.

Having said that, saya sempat meluangkan lebih 1 jam heart-to-heart talk dengan pastor saya, Pastor Kenny, yang juga merupakan salah 1 bapa rohani saya. Btw leaders, it is VERY IMPORTANT for us to be connected to our pastor. Di sanalah kita boleh mengongsikan visi & mimpi kita dan di sana jugalah dia boleh mengongsikan visinya untuk pelayanan kita bahkan we can build trust and strong bond as we spend quality time with our pastor. So, youth leaders, don’t be “allergic” with your pastor…bertobatlah!

So, as we share our dreams and hopes, we pray and as we pray God spoke to me through His covenant with Abram (before he being named Abraham in Genesis 17:1-9).

“As for me, this is my covenant with you: You will be the father of many nations. No longer will you be called Abram; your name will be Abraham, for I have made you a father of many nations. I will make you very fruitful; I will make nations of you, and kings will come from you. I will establish my covenant as an everlasting covenant between me and you and your descendants after you for the generations to come, to be your God and the God of your descendants after you. The whole land of Canaan, where you are now an alien, I will give as an everlasting possession to you and your descendants after you; and I will be their God.”

Our generation these days needs a father figure. We have a lot of teachers and leaders in our generation but very less father figure. Telah tiba waktunya untuk hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya ALLAH jangan datang memukul bumi sehingga musnah- Maleakhi 4:5-6

Generasi kita runtuh kerana tiada figure bapa...dan ini berbicara mengenai institusi kekeluargaan. Kebanyakkan keluarga melepaskan tanggungjawab kepada gereja khusunya pastor untuk mendidik anak-anak mereka..sedangkan pastor & pemimpin gereja hanya bertemu dengan anak-anak mereka kurang dari 48jam seminggu berbanding dengan mereka.

As i'm entering a new phase in my life, in my ministry, relationship and career, i believe God is preparing me for His kingdom. How, What, Where and When? I don't know but I'm making a plan and be prepared to be directed by the Holy SPirit. For those of you who read this post, I believe all of us are called to be a father/mother for this generation. I want to encourage all of you to step up to another level in your spiritual life, growing up to be a father...not baby. It won't be an easy process but God says "Pikullah kuk yang Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku-pun ringan.."Mat 11 : 28 – 30

Have a blessed day.

Monday, August 17, 2009

The Dirty Feet revelation




Here's another mind blowing revelation I receive today. It's about washing dirty feet. Yep...I believe we've read the famous last supper story in John 13:1-15. And yes, it's about Jesus washing His disciples' feet. And yes, this passage have been used over and over again to teach us about the servanthood leadership. But why is a mind blowing revelation for me? This is why:
1) There's no servant at all in the dining room

-it is not mention in the bible whether there's a servant who washes Jesus & His disciples' feet. If they have washed they feet before eating, why did Jesus want to wash His disciples feet again?
-for an obvious reason, none of His disciples at that time willing to wash his friend's feet or even Jesus' feet. Why? Because they might think "Nah..they can do it themselves". The disciples are taking each other for granted.
-This is a wake up call for me. My family, my fiance, my leaders & mentor, my friends & RYC...these are the people whom I take for granted. Instead of continue to wash their feet (serve them), I just assume that they don't really need me.
-Jesus knew that His disciples still need to be educated on servanthood 101, so...He did a crash course on that before He return Father.

2) "Lord, are You washing my feet?...You shall never wash my feet!" v6 & v8

-we all know how dirty feet look like, especially when you're wearing sandals..who knows what kind of dirt you picked up. So many times in our christian life, we walk on "dirty path", we get our feet dirty with all sort of sins. And when Jesus want to wash the dirt off our feet, we respond like what Peter did, we say "Jesus! are You seriously gonna wash my dirty feet? You don't deserve to do that, I can wash my own feet..."
-whooaa...look who's talking. "I can wash my own feet.." Well, how many times in our life do we try to wash our own sin with our own good self-righteouss work? We think that if we pray and fast for few days, or when we actively involve in church ministry, we will wash our sins off from our feet.
-but sometimes like Peter, we FORGOT to wash our feet. Eventually the dirt became ticker and ticker and germs starts to spread all over our feet and we fell sick...sick spiritually.
-ONLY God can wash the sins off our life. Stop arguing with Him. period.

3) "What I'm doing you do not understand now, but you will know after this.." v7

-Poor Peter, he thought he knew Jesus so well. Like him (Peter), we thought after experience divine encounter with JEsus thru church camps, KKR, retreats, seminar, reading books, devotions..we thought that we know everything about Him.
- Reading this verse i remember 1 quote that struck me few years ago when I'm having difficulties in leadership. "Often understanding comes after obedience"..i still remember that quote. We often assume Jesus will work in certain ways that we know but we forgot that He is God. God wants us to learn to be obedient...to grow our faith..not just knowledge.
- For people who're used to do things ONLY after understand what or why he/she need to do it, this might b a challenge for you. You can't ask God to present you with some paperwork of plans, and only then you will obey Him.

4)"Lord not my feet only, but also my hands and my head!", Jesus said to him. "he who bathed needs only to wash his feet, but is completely clean; and you're clean, but not all of you." v10

-This I need to explain it in a more polite way. Sudah lah kena cuci kaki, minta lebih-lebih pula...nda cukup yakin sama apa yang Tuhan sudah buat. Yep...often we ask more and more from God, more sign, more miracles, more blessings...we never feel contented (alias nda pandai merasa bersyukur atau merasa cukup) with what God has done in our life.
-we knew God's promises but yet we still ask for more...just to proove that He is true to His words (nda tau malu & nda sedar diri)
-trust God, when He says our sins is washed away, we must believe that our sins is washed away. When God says "nothing is impossible"..learn to really trust His word.

5) Humility is the way

-Jesus knew that Peter would turn his back on Him. Jesus knew that Judas is selling Him. But yet He still washes their feet. This simple act brings a huge impact into Peter's and Judas' life and we knew, because of this simple act, Peter changed into becoming one of the most radical disciples of Jesus while Judas take his own life.
-sometimes we think that we must be dominant just to make our points clear..we think if we use louder tones or harsh words we can let the other party knows what we trying to say. We often forget that humility is the way.

6) "If I then, your Lord and Teacher, have washed your feet, you also ought to wash one another's feet." v14
-straight forward and understandable...we ought to wash one another's feet. Not pointing at their feet and shouted "Hey everybody! look at his dirty feet!". When we see our brothers sisters sin, aren't we suppose to help them wash their feet with God's love? not condemning them like some modern day Pharisees and Sadducees in our churches.

God rebuke me over and over again as I type out this post. He remind me how He washes my dirty feet and how I should keep my feet clean. I'm not better than all of you, none of us is better than anybody...all of us have our own dirty feet. Let us let Jesus to wash our feet and be ready to wash one another's feet after that. Happy washing!...err...selamat mencuci kaki.

Wednesday, August 12, 2009

The Great Wall Of China


The Great Wall of China


This morning, I was having my breakfast in front of the TV while watching NGEO documentary on Great Wall Of China. I finish my breakfast within 15minutes but decided to stay and watch the documentary until it ends. Here's the link to 39 interesting facts about the Great Wall which i think everyone should read : http://facts.randomhistory.com/2009/04/18_great-wall.html

It's so amazing to see how an ambitious leader use their power to protect their ruling. That was the first intention of building the wall..to PROTECT. Here's what i wanna share 2 things that I learn from the Great Wall Of China:

1) Different leaders might have different vision, but they need to think to bring their vision and their predecessor's vision together for the benefit of the organization.

- The Great Wall was built by more than 4 emperor the Qin, Han, Sui, Jin and, most famously, the Ming (1368-1644). Suprisingly, these great wall are not joined! Each dynasty seems to have their own thought of protecting China and they fail to see the main purpose of building the wall at the first place.
-Because the Great Wall was discontinuous, Mongol invaders led by Genghis Khan had no problem going around the wall and they subsequently conquered most of northern China.
-Leaders have their own vision, some might have their own agenda to be famous than their predecessor...but it won't bring any good to the organization/team if they doesn't connect their vision. In fact, it may bring a total destruction to the whole organization

2) Leaders make their vision worth to die for, not die because of the vision.

-During the Ming dynasty, nearly one million soldiers were said to defend the Great Wall from “barbarians” and non-Chinese.
-apart from that, the manpower to build the Great Wall came from frontier guards, peasants, unemployed intellectuals, disgraced noblemen, and convicts. In fact, there existed a special penalty during the Qin and Han dynasties under which convicted criminals were made to work on the Wall.
-This wall building project cost thousands/millions of life! Some even born and die near the great wall without knowing if their hard labour is worthwhile.
-There's a saying "a person's character is known when he/she is given a power over people". I've learn this the hard way during my leadership in RYC. SOmetimes I misused the people who work with me. Yep, MISUSED. Taking them for granted without really asking them what's their vision for the ministry or how they feel about the ministry.
-to this day, I'm still planting the vision among the new leadership of RYC. God may give them an improved version of vision He gave me. I pray that this God-given vision is a vision worth to die for.
To conclude, what really matter is not how BIG the vision is, it's how BIG the heart of the people in achieving the vision.
Stay blessed.




Tuesday, July 14, 2009

Time to change



I'm counting my days...asking GOD & myself. Have I done enough for the next gen of leaders? Have I really impacting their life and have they learn something from me? Before I begin a new journey, I have to end this journey. Changing route, heading towards a new land. Changes doesn't always feel good at first but it sure make a whole lot difference in ones life IF it's a good changes. In the past I've made some changes in my life which is not a good changes tho it seems like a right thing to do at first. It's a painful experience.

We all need to change, leaders need to change. We need to move forward and let the new leaders take over our place...don't hold on to your position, but hold on tight to your commitment towards the ministry...that shows what kind of leader you are.

I don't know why, i have this little worry in my heart concerning the young leaders. Not that I don't trust them, but I felt that they're more than just a leader or brothers & sisters to me...they are like my own children. I felt that as a "father", i want to see my children (the young people of RYC) growing up to be a better person...better than myself....achieving BIGGER things in life compare to what I've done. I want them not to repeat my mistake..i want them to remember whatever life's lesson I've thought them and whatever advices i gave.

This is not a "good bye" but this is a "I put my trust in you, i know you can do it without me by your side". Just as we leaving our parents to live a life on our own, so does us, as a leaders giving wings for the younger leaders to fly.
To change to a better condition, we need to leave the old condition of us even if it's a comfort zone for us. Changes requires us to lose some in other to gain. This what scares most leaders...to let go. The fear of losing their so-called "glorious moment" in ministry.

It's time to change to a new wineskin..-"And no one puts new wine into old wineskins; otherwise the new wine will burst the skins and will be spilled, and the skins will be destroyed. But new wine must be put into fresh wineskins. And no one after drinking old wine desires new wine, but says, “The old is good" Luke 5:37-39
I'm ready for a change. How about you?

Friday, July 10, 2009

What I’ve learned from serving in the youth ministry


Some brief history about my ministry life before I serve in RYC (Relevant Youth Church). I’m a typical church musician. What I know during that time is, playing drums atau pelayanan mimbar adalah pelayanan utama gereja..yang lain-lain tu nda penting, bahkan bukan pelayanan yang sesungguhnya. Basically I’m a typical narrow minded, pemuzik gereja yang berpandangan sempit. Itu dahulu, 14 years ago…thank God He love me and renewed me. I start to serve in church as musician when I’m 15 years old..so u guys can guess my age..haha .

Anyway, when it comes to youth ministry, what I see is a bunch of youth having a service like normal Sunday service but added with games, casual outfit, slightly heavy music and you can jump (IF your church allow such things!) So, that’s how I see the youth ministry. Itu dahulu. Coming to KL, serving in the same church since 1999 until now, I have no interest in the youth ministry because I see it as a boring ministry..sekadar memenatkan ja dan saya sendiri tidak terlibat didalam youth ministry pada waktu itu..kalau terlibat pun, sebagai pemuzik ja..biasalah, “orang-orang seni” di gereja ni kan macam artis, datang bila dijemput untuk nyanyi-nyanyi…hahaha..kalau yang tersinggung tu, bertobatlah..kalau anda yang ketawa tu, puji Tuhan, kita semua pernah melalui zaman2 itu sebelum bertobat dulu.

Fast forward the years, gereja kami tahun 2007 dimentor dan ingin saya katakan, RYC bermula dan tetap bertahan pada hari ini kerana campur tangan Tuhan melalui mentoring di gereja kami. Ntah kenapa, sebelum mentoring masuk, sebelum Relevant Youth Church ada, saya diangkat jadi youth leader gereja. Siapa yang tidak hairan? Saya sendiri hairan sebab saya sendiri tidak pernah terfikir untuk jadi pemimpin. Namun kerana kemurahan dan anugerah Tuhan lah saya ada pada hari ini sebagai leader yang Tuhan percayakan bagi memimpin Relevant Youth Church. Anyway, the details about how I become a youth leader you can ask when we meet la ya.
Anyway, I doesn’t have yearssss of experience in youth ministry. 2 tahun setengah ja pengalaman bah. Tapi saya sangat sangat sangat bersyukur pada Tuhan kerana dalam 2 tahun lebih saya melayani sebagai youth leader, Tuhan membuka hati saya, pemimikiran saya, mengubah hidup saya bahkan, perspektif saya mengenai pelayanan turut berubah. Ingin saya kongsikan apa yang saya pelajari sewaktu melayani di RYC.


1) Youth ministry is about RELATIONSHIP
I realize that youth ministry is not only about wearing funky casual outfit for service, it’s not about playing heavy music and jump to it, not even playing games or the ice breaker. Hey! Youth di luar sana yang tidak kenal Tuhan pun melakukan hal yang sama. That is a very narrow view of youth ministry if you look it that way. As I mention in my previous post, youth ministry is about RELATIONSHIP. VERTICAL RELATIONSHIP (Me & GOD) and HORIZONTAL RELATIONSHIP (Me & the people around me) seperti dalam Matius 22:37-40. The music, concerts, games etc. is just some “accessories” of youth ministry..penting, namun bukan yang terpenting.

2) Youth ministry is about being RELEVANT

As I mention in my previous post (CONTEMPORARY vs RELEVANT). Most of churches think that having the latest hi-tech sound system and music instrument is relevant. Some might think that having lots of activities is relevant. Apa yang saya pelajari, youth ministry yang relevant adalah pelayanan yang memenuhi keperluan youth itu sendiri. Masih ingat Hirarki Maslow (Hirarki Keperluan manusia)? Youth ministry is about being God’s hand in meeting the youth’s need…bukan sekadar memenuhi keperluan rohani mereka. I believe all of us are created for a relationship.

3) Youth minister serves throughout the season
Maksudnya, apapun keadaan yang kita lalui, kita harus tetap konsisten dan bersemangat dalam melayani anak-anak muda ini. Dalam kata lain, setiap yang melayani di youth ministry adalah orang yang TIDAK melayani dengan mood-moodnya. Kalau moodnya hari tu baik, bersemangatlah dia melayani. Kalau moodnya tidak baik, tidak la tu bersemangat.

Now, what about someone who’re burnout? Obviously he/she need to rest…TETAPI…selalunya apa yang saya lihat orang-orang yang berehat dari pelayanan ni tidak dimonitor progress mereka oleh pastor/pemimpin gereja, dan youth leader yang burnout itu sendiri tidak mau submit dengan pemimpin mereka. This happen in most of our BM churches. Kurangnya follow up pada orang yang sudah burnout/jatuh. Makanya tidak hairan kalau orang yang sama burnout pada tahun-tahun berikutnya…burnout nya pun kerana hal yang sama.

Serving in the youth ministry kita harus bersandar pada kekuatan dan kemurahan Tuhan untuk tetap bersemangat melayani Dia dalam apapun keadaan. Saya sendiri pernah merasa mau berehat dari memikirkan RYC atau pelayanan lain, namun saya ingat bahawa saya ni hamba Tuhan…HAMBA TUHAN. Yang namanya HAMBA, mana boleh suka-suka berhenti dari pelayanan kan? So, we rest when God wants us to rest…He is the Master and we’re the servant.

4) 24-7
Praying for the youth 24 hours a day, 7 days a week. Pray for the youth in your church as much as possible…while driving, while watching tv, while reading, while in class...anywhere, pray for God’s covering upon the students in your church. That’s the responsibility of the youth leader…bukan sekadar sibuk mengatur program.

Oh btw, your phone need to be on 24 hours a day and please don’t put it on silent/vibrate mode unless you’re required so. Why is this important? This is from my experience, some of the youth will sms / call you around 2 or 4 in the morning. Telling their problems…cry over the phone..ask you to pray for them..even hal-hal yang kecil pun mereka akan hubungi kita. Why? Because they see us not only as leader…but as a friend, a brother…even as father. Bertobatlah kalau anda merasa itu hal yang membebankan. Being a youth leader, I’m seeing myself not only as a leader, but as a brother and father. So, 24-7 you make yourself available to your youth…of course you got work to do, but you got what I mean right?

5) Youth leader MUST have a BIG heart
Dalam RYC, saya belajar bahawa tiada istilah “saya bagi kau 3 peluang saja”. Anak-anak muda memang cenderung untuk buat kesilapan. Seperti dalam Amsal 22:15 Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan memgusir itu daripadanya”. Sewaktu mula-mula menjadi leader RYC, banyak sekali “kebodohan-kebodohan” yang melekat pada hati saya dan saya puji Tuhan, mentor-mentor, pemimpin-pemimpin dan teman-teman sepelayanan saya banyak menegur dan membantu saya.

So leaders, expect the unexpected. Kita memang mempunyai harapan yang tinggi pada anak-anak muda kita, namun kita harus tahu bahawa mereka juga spesis seperti kita yang pasti ada kelemahan. So, milikilah hati yang BESAR untuk menampung kelemahan dan kesalahan mereka. Ingat, seperti Yesus membenci dosa dan mengasihi orang yang berdosa, begitulah hendaknya kita membenci dosa generasi ini dan mengasihi mereka yang berdosa.

6) Youth leader always want others to improve
Ini yang saya pelajari pada tahun ini. Memberi dorongan dan sokongan (doa, moral & kewangan) kepada youth leaders dari gereja lain. Kita sama-sama melayani di ladangnya Tuhan, kalau hanya kita sabotaj/memburukkan/tidak menyokong pelayanan youth di gereja lain, bukan kah itu mementingkan diri sendiri?

Kita bermati-matian berdoa agar Tuhan melawat generasi muda di Negara kita yang terdiri daripada 14 buah negeri. Adakah gereja kita sendiri dapat menjangkau semua anak-anak muda di 14 buah negeri ni? We need TEAM! We need youth leaders from other churches to work together with us. Makanya kita perlu mendorong satu dengan yang lain dan saling me’network’kan diri agar generasi kita dapat mengenal Tuhan.

7) Youth leader connected to their pastor
Saya banyak mendengar keluhan dari kawan-kawan sepelayanan saya dari gereja-gereja BM yang lain. Mereka mengatakan bahawa pelayanan muda-mudi gereja mereka tidak diberi kebebasan untuk melakukan aktiviti. Ada 2 hal yang dapat saya perhatikan dari situasi seperti ini. Pertama, youth leader itu sendiri tiada hubungan bapa-anak dengan pastor mereka. Kedua, pastor mereka sendiri memiliki pemikiran yang lama (ini perlu kemurahan Tuhan dan doa-doa yang terus menerus ni).

Namun, selalunya masalah didapati pada hal yang pertama tadi. As a youth leader, I’m seeing my pastor not only as my pastor, but as my spiritual father, my mentor, my friend and my leader. We need to build the father-son relationship…build the trust. Bila ada hubungan, kepercayaan akan mulai timbul. Saya pernah melihat youth leaders yang sepertinya “allergic” dengan pastor mereka. Tidak tenang kalau duduk dekat…dalam kata lain, kepahitan sama pemimpin alias memberontak sama pemimpin. Nah, makanya tidak hairanlah kalau youth ministry di gereja mereka tidak maju, pemimpin youthnya sendiri tidak berada di bawah payung gereja (pastor gereja). So friends, kalau anda merasa bahawa Roh Kudus menegur anda di area ini, bertobatlah. Kongsikan visi anda kepada pastor anda dan dengar pastor anda menyatakan visi dan harapannya untuk pelayanan muda-mudi di gereja.

This is another long post of mine. But I hope you’ll be inspired by this as much as I’m get inspired by God while serving Him in RYC. Until then, have a blessed day.

Thursday, June 18, 2009

few seconds that inspires me today




I read this a couple hours ago and this is just an inspiring statements for me today.

There are two kinds of people in the world: those who are able to read the tone and those who are able to set the tone. It’s the difference between being a thermometer that measures the temperature and being a thermostat that sets the temperature.

Hope this inspires u as well. Be a history maker, one renewed life can make a big changes.

Tuesday, June 16, 2009

My Inputs

"Jika ada seorang menyangka, bahawa dia mempunyai segala "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya" 1 Korintus 8:2



"and if anyone thinks that he knows anything, he knows nothing yet as he ought to know." 1 Corinthians 8:2

Everyone should read, leaders should read...even a drummer like me should read. We stop progressing when we stop learning and reading is one of learning process. I would like to thank my dad, Mr. Daniel Raut for he is the one who bring me into this habit of reading. I'm not a bookworm actually...but it's when i heard my dad say "Son, you need to read, leaders must read"...that day is a turning point for me :). Until now, i still enjoy reading. I have books almost everywhere, toilet, my drum room, living room, guest room..everywhere. So i wanna share to all of u what book i've read for the past few years...and God really shaping me becoming who i am today through this book. These books i read as inputs for youth minstry, music ministry, self-motivation, leadership & christianity.
















Well, some books can't upload the images here. ANyway, i read The Battle for A Generation by Ron Hutchcraft, Mentoring by Ir. Eddy Leo, The Power of Influence by John C Maxwell, Mentoring : How to INvest Your Life in Others, The New Worship - Straight Talk on Music and The CHurch by Barry Liesch and many more...

So, read...














Friday, June 12, 2009

Contemporary VS Relevant







Can we be relevant by being contemporary?

Puji Tuhan kerna hingga ke hari ini, Tuhan masih bekerja lewat Relevant Youth Church. Jujur saja, di awal pembentukkan RYC di SIBKL Lake CIty (dulunya SIBKL Chow Kit) saya masih belum menangkap sepenuhnya maksud RELEVANT bagi generasi ini. Yes, it is a process my dear friends..and until today, God has expand the word RELEVANT.
Last time i used to have this image of what a youth church should be : A youth church must have a happening event every week, the music must be really up to date...so the media (media is very important in youth ministry), the youth who serve in youth church also must have the latest fashion update. Why? Because the young generation today is always evolving..they changed. Tatu yang dulunya taboo dikalangan orang-orang kristian, kini mula diterima di beberapa gereja..khusunya gereja anak muda. Bagaimana di RYC? haha...belum ada lagi yang ada tatu..anyway, that is different topic..just don't make any conclusion. What i'm trying to say is, youth these days are evolving, mereka sentiasa mau sesuatu yang baru, mereka cepat boring...selalu haus akan sesuatu yang baru. Now, most of us also flow with them in terms of finding the most updates for our youth ministry. Kita berusaha untuk menjadi youth church yang contemporary...menjadi contemporary tanpa bertanya sama ada perubahan/update tersebut RELEVANT / connect tidak dengan youth kita.
Some example, hillsongs, planet shakers, united, TW...these are the names of influential ministries yang memberi impak pada pelayanan RYC. Now, Tuhan bekerja dengan luar biasa melalui pelayanan mereka namun harus ingat, pelayanan mereka sudah jauh 10 tahun ke depan dari pelayanan youth ministry di malaysia. Selalu kita dibayangi dengan konsert di dewan2 besar, lampu2 spotlight yang canggih, smoke machine, creative dance, sound system canggih with huge subs...pakaian & rambut yang funky2...wow! this is it man! the true image of a succeful contemporary youth ministry. Now, before u start condemning for being sarcastic etc, let me tell you, i'm not against all these..infact, dalam RYC sendiri kami berusaha untuk ada benda2 ni semua. Semua benda-benda tu perlu..tapi bukanlah esensi alias inti, daripada pelayanan youth ministry yang sebenarnya.
If u could ask TW, Planet Shakers etc..mereka bermula awal..lebih awal dari kebanyakan youth church di malaysia yang sedang naik. Mereka bermula dengan beberapa puluh orang youth, tapi disebalik apa yang kita lihat pada hari ini ialah jam-jam doa puasa dan pemuridan yang mereka lakukan beberapa tahun sebelum mereka ada pada hari ini. In other words, mereka terlebih dahulu invest dalam menguatkan dasar mereka...setia dalam hal-hal yang kecil dan hal-hal yang paling utama iaitu doa & puasa.
In RYC we still focusing on building the foundation of the youth..menanam value dan karakter Kristus. As leaders, we're called to raised new leaders...we're called to look after the young souls in our church...setelah anak-anak muda ini bertumbuh, terpulang kepada Tuhan untuk memimpin mereka menemukan panggilan mereka, ada yang jadi musician, singers, ada yang jadi pengkhotbah..ada yang tidak terlibat dalam pelayanan di gereja langsung..so, it's up to God. Kita hanya menanam...jangan dipaksakan. Memang kami akan mengadakan event-event yang menggunakan multimedia yang latest, music yang canggih arrangementnya dll, namun itu bukan hal yang terpenting. Apa la guna kita buat event yang besar dan canggih kalau TUhan sendiri tidak berkenan dengan apa yang kita lakukan?
Berbalik kepada contemporary. Menjadi contemporary tidak semestinya RELEVANT. Example, bila berbicara mengenai MTV, not all our young people watching MTV, eventho it's the "in" thing for the youth today, but in our church, maybe not so "in". EMm..latest fashion..skarang ni skinny jeans is the hippest thing...hahaha...but hey, rata-rata our youth doesn't come from rich family, kita pula youth leaders berusaha memaksa anak-anak muda kita untuk membeli pakaian2 yang up-to-date...akhirnya mereka belanja wang saku mereka di salun untuk event youth kita kerana itulah yang the latest trend but again, bila kita balik ke church masing-masing, adakah kita akan melayani dengan rambut yang funky2 / soundsystem yang canggih dengan lampu2 spotlight yang megah gah gah? Tidak kan? so, striving to be a contemporary youth church is not neccesary relevant.
If u ask me, apalah yang relevant bagi generasi muda kita sekarang? Bagi saya, 1 perkataan, HUBUNGAN. RELATIONSHIP. Vertical + Horizontal Relationship. Hubungan Vertikal (Antara saya dengan Tuhan) dan hubungan Horizontal (antara saya dengan orangtua saya, keluarga, kawan2, pemimpin gereja, komuniti dan orang lain) seperti dalam Lukas 10:27. Bila bahagian ini (RELATIONSHIP) dipenuhi, saya percaya, kita tidak akan memecahkan kepala memikirkan idea-idea yang kreatif untuk menarik youth-youth ini. CUkup mulakan dengan membina jabatan hubungan dengan mereka.
Tanya saja anak-anak muda yang melayani di dalam pelayanan youth anda, tanya hubungan mereka dengan TUhan bagaimana, berapa jam doa & firman mereka dalam seminggu, tanya saja bagaimana hubungan mereka dengan orangtua/keluarga/kawan/gereja/orang di sekitar mereka...rata-rata jawapan mereka di antara gred B - D. Jadi inikah yang ingin kita mau impartasikan kepada anak-anak muda yang kita layani?
Another example, kita mungkin berlatih lagu2 terbaru dari GMB & TW & PLanet shakers, bila kita masuk ke perkampungan orang asli...adakah kita bawakan lagu-lagu yang latest ni? siap dengan intro muzik yang happening dan solo-solo yang mengiurkan? (ni saya tambah2 ja :P) Kamu rasa orang-orang asli ni boleh connect dengan kita kah? Tidak! (mereka lebih minat lagu-lagu joget dan dangdut, pakai gitar kapok pun mereka boleh berjoget sampai pagi...serius!) "Tapi kami membawakan lagu & muzik yang up to date"...well, ini lah yang saya ingin sampaikan, menjadi contemporary tidak semestinya relevant.
Cara TUhan bekerja dan formula UNITED, Planet SHakers, TW & CHC mungkin berkesan bagi gereja mereka namun tidak semestinya berkesan bagi kita. Kita pelajari inti dari pelayanan mereka, bukan meniru bulat2...hey, jangan pandang rendah kemampuan Tuhan! Dia boleh bagi kita idea-idea yang fresh. So, again..Vertical connection enables us to be inspired by God with fresh ideas. SO, let us strive to know how God define RELEVANT in our generation rather than go for what the world say about being contemporary.
I want conclude this, also as a reminder to myself and to my faithful friends in youth leadership, 1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan, Benar, tapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan, benar, tapi bukan segala sesuatu membangun."

Thursday, June 11, 2009

The Giant Killer

The Giant Killer

Saya pernah melalui saat-saat di mana saya merasa bahawa saya berada di puncak tertinggi dalam pelayanan saya, saya merasa bahawa saya sudah melakukan sesuatu yang besar bagi generasi saya. Memang saya dapat melihat tangan Tuhan memimpin saya ke tempat yang lebih tinggi lagi…saya bersyukur untuk hal ini. Namun, kesombongan mula mengintai di pintu hati saya.


Saya merasakan saya seorang saja yang telah mengalahkan “Goliat” di dalam pelayanan saya. Waktu RYC baru ditubuhkan 2 tahun yang lalu, saya mendapat banyak pujian dan dorongan daripada rakan sepelayanan dan beberapa peribadi yang melihat permulaan yang baik dalam RYC. Ibadah Wake UP! service RYC yang pertama saja mencecah 200 orang! Wow! Saya sudah melakukan sesuatu yang besar! Saya sudah mengalahkan goliath, goliath yang menjadi penghalang pada pertumbuhan anak-anak muda di gereja saya selama ini. Itulah yang saya fikirkan pada waktu itu.

Namun saya akhirnya sedar bahawa bukan Daud saja yang dapat mengalahkan gergasi, ada beberapa orang lain yang Tuhan pakai untuk mengalahkan gergasi-gergasi. Bahkan beberapa tahun kemudian setelah mengalahkan Goliat, Daud dan bangsa Israel berhadapan dengan gergasi-gergasi palestin yang lain. Bahkan ada Daud sendiri hampir-hampir dikalahkan oleh gergasi lain sehingga dia harus ditolong oleh perajuritnya. Jika kita baca dalam 2 Samuel 21:15-22, selain Daud, ada lagi beberapa orang yang telah mengalahkan gergasi-gergasi lain.
Setelah membaca ayat tersebut saya sepertinya mendapat tamparan hebat. Tamparan yang membuat saya merasa diri saya sangat kecil. Saya diremukkan oleh TUhan dan langsung saya bertobat pada waktu itu. Saya merasa bahawa hanya saya, hanya RYC, hanya gereja saya saja yang Tuhan boleh pakai untuk melakukan perkara-perkara besar (sombong bangetttt!).


Sejak hari itu saya mulai sedar bahawa pentingnya setiap orang, setiap pemimpin dari berbagai-bagai gereja untuk melihat setiap mereka sebagai satu tubuh Kristus yang saling melengkapi. RYC memerlukan youth ministry dari gereja-gereja lain untuk memenangkan anak-anak muda bagi Yesus. There’s no one man show here, tiada superman, hanya ada superteam!


Friends, bertobatlah sekiranya anda pernah merasa sombong seperti saya dahulu, we’re not the only one who God can use to do greater things for Him. Bagi yang belum pernah mengalami apa yang saya alami, puji Tuhan, terus hidup dalam kerendahan hati dan setia mengerjakan apa yang Tuhan sudah percayakan.

WAGNER JUNIOR?

Wagner Junior?

Banyak kesilapan yang telah saya lakukan sepanjang kehidupan saya melayani Tuhan dalam youth ministry, khususnya di RYC, dan saya sedar, saya dapat melayani Tuhan sehingga ke hari ini kerana anugerah-Nya. Salah satu kesilapan yang saya telah lakukan sebagai seorang pemimpin adalah dengan berfikir bahawa saya menjadi pemimpin yang berjaya alias sukses, sekiranya saya menghasilkan beberapa “wagner junior” selama saya menjadi seorang pemimpin.
Dalam kata lain, saya berfikir bahawa saya berjaya sebagai seorang pemimpin sekiranya saya menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berfikir seperti saya, membuat keputusan seperti cara saya membuat keputusan, bercakap seperti cara saya bercakap.


Saya lupa bahawa tujuan saya hidup di dunia bukanlah untuk memultiplikasikan imej/gambaran saya, sebaliknya saya dipanggil, kita semua dipanggil, untuk memultiplikasikan gambar Allah. Melalui gaya hidup, cara fikir, cara kita bekerja dan perkataan kita, orang lain dapat tahu bahawa Kristus ada di dalam kita. Tanpa Yesus, tiada satupun dari manusia yang berguna. Tiada satupun yang dihasilkan dari manusia adalah berguna dan sempurna.


Memalukan jika saya terhegeh-hegeh mau memperbanyakkan gambar diri saya, berusaha keras agar pemimpin-pemimpin saya akan selalu mengingati saya dan menyanjungi segala usaha dan pelayanan saya yang pada hakikatnya tidak sempurna sama sekali kalau bukan kerana Yesus. Saya sedar akhirnya bahawa, seorang pemimpin itu sukses bila dia berupaya menghasilkan pemimpin yang menjadi serupa dengan Kristus, dari cara hidup dan cara fikir mereka sama seperti Kristus.


As a youth leader, apa cita-cita kita? Menghasilkan ramai pengikut yang melihat kita seperti sumber segala sesuatu dan bukannya Tuhan? Kita gagal apabila anak-anak muda di gereja kita terlebih dahulu datang kepada kita sekiranya mereka mengalami masalah dan bukannya datang kepada Tuhan terlebih dahulu.

Sebagai kesimpulan, saya ingin youth leaders dan bakal youth leaders yang membaca blog ini sedar bahawa dalam pelayanan kita, biarlah dalam pelayanan kita Yesus menjadi utama, biarlah dalam pelayanan kita nama Yesus dan segala perbuatan-Nya yang banyak diperkatakan oleh anak-anak muda kita.


Tuesday, June 9, 2009

MENABUR DENGAN SETIA

Kita hanya boleh tuai apa yang sudah kita tabur

Mustahil seorang petani menyibukkan diri untuk menuai padi sedangkan dia tidak menabur benih pada awal musim. Mustahil seorang petani dapat menuai hasil yang banyak kalau dia hanya menabur sedikit. Saya masih ingat sewaktu saya dipercayakan untuk memimpin RYC. Saya berdoa agar Tuhan hantar jiwa, saya berdoa agar jemaat RYC mencecah 300-400 orang. Doa-doa saya pada waktu itupun memang menggunung tinggi…meminta Tuhan menghantar banyak anak muda ke RYC.

Namun sehingga ke hari ini, RYC belum pernah mencapai 300 orang pelajar dalam 1 ibadah. Kecewa? Tidak, malahan saya sangat bersyukur pada Tuhan kerana Dia adil & tau yang terbaik bagi saya dan RYC. Mengapa? Kerana Tuhan tau bahawa saya dan pemimpin-pemimpin RYC yang lain belum cukup menabur banyak untuk menuai 300 jiwa.


Tuhan membuka mata saya dan mengubah persepsi saya pada awal tahun ini bahawa bukan kuantiti yang harus saya kejar, namun kualiti. Kuantiti akan menyusul setelah kualiti. In other words, when I invest more on quality of the young people of RYC, the quantity will eventually increase. Kalau saya acuh tidak acuh dalam melakukan pelayanan di RYC, mana mungkin saya dapat menuai jiwa yang banyak pada masa yang akan datang? Kalau saya tidak menginvest waktu yang banyak dalam mementor dan melatih pemimpin-pemimpin youth yang baru, mana mungkin RYC dapat menuai ratusan jiwa-jiwa?
Ada 2 ayat yang ingin saya kongsikan di sini : 2 Korintus 9:6 dan Matius 25:23. Yang pertama berbicara mengenai hukum tabur tuai, yang kedua berbicara mengenai setia dalam hal yang kecil. If u invest more, u’ll get more, jika anda banyak menginvest waktu dalam mementor pemimpin-pemimpin baru, anda akan menuai pemimpin-pemimpin baru yang berkualiti pada masa akan datang. Jika anda menginvest waktu untuk membina hubungan dengan orang-orang di sekitar anda, ada akan menuai suatu hubungan persahabatan yang murni pada masa akan datang.
Secondly, setialah dengan berapa pun talenta yang Tuhan percayakan kepada anda. MEsikpun orang disekitar anda memiliki talenta yang lebih, anda harus tetap setia mengerjakan apa yang Tuhan sudah bagi. Saya belajar untuk setia menjaga jemaat RYC yang berjumlah 100 lebih, jumlah yang kecil jika disbanding dengan youth di gereja lain yang memiliki ratusan jemaat dan selalu pack dengan aktiviti yang menarik. Kerana saya tahu, tidak mungkin Tuhan menghantar jiwa ratusan/ribuan anak muda ke RYC kalau saya dan pemimpin yang lain belum siap & belum setia melayani jemaat yang baru 100 lebih.


Jangan mimpi mau buat youth conference/concert di bukit jalil kalau diri sendiri belum dapat dan konsisten setia berdoa, bersyafaat, menjaga dan follow up jemaat anak-anak muda yang hanya 100 lebih orang. Imagine kalau Tuhan tiba-tiba kirim 500org anak muda ke gereja anda….hah! siapkah anda? Kelam labut dibuatnya…komsel belum mantap, pemuridan belum sistematik…follow up belum lancar..akhirnya jiwa2 yang Tuhan kirim tu tidak terjaga sebaiknya.

There’s something to learn from 2 Corinthians 9:6 and Matthew 25:23. I hope all of us will reap what we sow and be faithful with every little things that God have entrusted us with. Stay blessed.

Friday, May 15, 2009

What makes a Leader?

I've read so many book on leadership from TIm Elmore to Bill HUghes. Even my dad teaches leadership in churches. So, one day i was invited by a church to give a short 2 hour seminar on Youth Leadership. Surprised & amazed by GOd, i accepted the invitation. Quickly i start to stack all my books on leadership near my computer...(not all mine, most of them is my dad's :p). Here i am in front of my pc ready to put all points i can get from the book.

Nothing wrong right? but I was rebuked by the Holy SPirit "what are you gonna impart to the people? knowledge or life?" Wow...i was strucked! mere knowledge or life? I repent..tobat weii..so i put aside the books.....NOT! of course i need the book. Just to refresh what i've learn & what i've done after reading the book. Again i rephrase, what i've learn & what i've done. So, basically during the seminar, i share everything about what i've done (not literally everything, time not enuf to share about God's goodness in my life & RYC).

We preach what we've done, not do what we've preach. So, that morning i brought along some of RYC leaders who'r close to me. I brought them so that they can learn something & they can see whether what i share during the 2 hours is something that i've done or just a knowledge or they might think "Eh, nda pernah pun koko buat mcm tu? cakap ja lebih"...so, in other words, being transparent.

You know, last time i always heard some pastor's or church leader's children give comment on their father's preaching at the back of the church while their father is preaching in front. Well, u guess right! They basically said "he's just saying it in front of the church, but he doesn't do as he says". Wow..imagine, how a leader can impact his/her family's life! SO, friends, leaders, better practice intergrity from now, be transparent, welcome comment & inputs from others...especially the people you lead.

So, here's what i believe & what i've learn about What Makes A Leaders :
  • Spiritually
  • Character
  • Knowledge
  • Skill
  • COmmunity
  • Vision

I'll write more in my next post :) Stay connected with the above, be inspired. God bless.