I’m a person who enjoy food very much. I’m blessed to have a wife who enjoy eating like myself. Namun demikian, kegemaran ini boleh saja memudaratkan saya. ..yes. Terlalu banyak makan akan menjejaskan kesihatan dan boleh membawa kepada sakit penyakit dan kematian. Terlalu banyak makanan masuk, khususnya makanan yang tidak sesuai, pasti membawa akibat yang negative. Saya menggunakan analogy ini sebagai gambaran bagaimana kita sendiri boleh saja menjadi “pelahap” kepada perubahan.
Kakak ipar saya adalah seorang nutritionist (seorang yang pakar dalam hal nutrisi pemakanan). Dia banyak melawat klinik-klinik kecil di negeri Sarawak untuk memberi pendidikan kepada penduduk kampung mengenai cara pemakanan yang sihat khususnya untuk kanak-kanak yang sedang membesar. Setiap makanan yang dibeli ada kandungan nutrisi yang tersendiri dan itu harus diperhatikan sebelum memakannya. Vitamin C, A, B, E dan supplement lain harus di ambil dalam jumlah yang betul.
Sama seperti waktu kita memakan ubat/makanan, kita harus meneliti kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya bagi mengelakkan “food poisoning” atau “over dose”. Saya melihat hal yang sama dalam setiap perubahan yang ingin kita “makan” (consume). Tidak setiap perubahan itu harus terjadi pada waktu itu, ada yang perlu melalui suatu tempoh waktu, ada yang belum waktunya dan ada yang tidak perlu. Ada beberapa hal yang boleh menjadi pertimbangan kita dalam kita mengalami perubahan. Jika kita mengambil sesuatu perubahan dengan terburu-buru, kita boleh saja “overdose”, perubahan yang pada awalnya bertujuan baik itu akhirnya menjadi buruk dan sia-sia.
Here’s another anology. Sewaktu saya pergi ke korea selatan pada tahun lalu, saya telah mencuba beberapa makanan tradisional korea. Banyak macam jenis makanan, ada yang sesuai dan ada yang memang susah mau masuk. Namun, saya yakin, saya pasti boleh menyesuaikan diri saya dengan makanan-makanan tersebut sekiranya saya tinggal lebih lama di sana. Tubuh badan dan deria rasa saya memerlukan masa untuk membiasakan diri dengan rasa, tekstur dan bau makanan yang ada disana. Begitu halnya dengan perubahan yang baru, tubuh, fikiran dan hati kita harus dipersiapkan terlebih dahulu, jika tidak, kita boleh saja “memuntahkan” idea-idea perubahan yang datang sekiranya kita bertindak tanpa menyelidiki perubahan yang mau diambil dan kesan aplikasinya kepada diri kita.
I have seen so many good ideas and good teaching (in church) been brought in and there’s no doubt that these things bring positive changes to the person/church/organization. However, if it’s not at the right timing, the right dosage and the right method, all this will be wasted. Saya ingin membagikan beberapa hal yang mungkin boleh kita ambil dalam kita mengalami suatu perubahan baru
1 // selidiki dengan kebenaran firman Tuhan setiap perubahan yang ingin kita lakukan. (1 Yohanes 4:1, 1 Korintus 2:15).
2 // The right timing. Segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk pembaharuan. Namun segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 8:6).
3 // Is it useful?. Ketahui apa yang berguna bagi diri anda / gereja anda / organisasi anda (1 Korintus 10:23). Kita mungkin sibuk membawa masuk perubahan demi perubahan tanpa menyedari apakah ianya membangun diri kita. Segala macam jenis buku kita baca dan segala macam fakta kita masukkan dalam fikiran kita dan langsung mengaplikasikannya tanpa menyelediki apakah ianya berguna atau tidak. Apa yang berkesan bagi diri orang lain tidak semestinya berkesan bagi diri kita.
Ada perubahan yang memang Tuhan wujudkan khusus untuk orang lain dan khusus untuk orang tersebut sahaja. Jangan kita mengotakkan (meletakkan di dalam kotak alias menghadkan) pekerjaan Tuhan. Dia punya cara yang berbeza bagi situasi, tempat, peribadi dan waktu yang berbeza.
4 // devine intervention. Segala sesuatu perubahan yang ingin kekal lama harus ada campur tangan dari Tuhan. Setiap perubahan yang berdasarkan hikmat kebijaksanaan dan pengalaman manusia pasti tidak akan kekal lama.
I hope and pray that God will speak to you from these postings of mine. I would like to hear your comments If you’re given new insight and new revelation after reading this. Have a blessed day.
Wednesday, March 24, 2010
Thursday, March 11, 2010
NEW BUT OLD (part 1)
Roma 12:2 memang setiap kita sudah maklum “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan (membezakan) manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
This is one famous verse dan ayat ini banyak sekali digunakan setiap kali kata TRANSFORMASI atau PERUBAHAN itu dilaungkan. Demi menyahut seruan PERUBAHAN ini, maka gereja-gereja Tuhan termasuk peribadi-peribadi sendiri, mula lah melakukan perubahan. Terjadi pertobatan dan transformasi...ada yang mendadak, ada yang mengambil masa yang cukup lama untuk “berganti kulit” bahkan ada yang give up dan berbalik kepada kondisi yang asal.Saya sendiri tergolong dalam kumpulan orang yang sukakan PERUBAHAN dan selalu melaungkan kata PERUBAHAN / TRANSFORMASI.
Penampilan peribadi pun berubah, bahkan penampilan gereja pun berubah, lebih bersifat kontemporari dan ibadah langsung berubah, komsel berubah, cara pelayanan berubah, cara bekerja berubah, cara belajar berubah...semuanya mengalami perubahan (meskipun ada yang selesa dengan tradisi lama). Namun, there’s a little problem, these changes didn’t SUSTAIN. Perubahan ini tidak kekal lama. Banyak program, event-event diadakan bagi tujuan mempromosikan perubahan yang ingin diwujudkan, namun perubahan yang terjadi tidak kekal lama. Saya mula menyelidiki dan merefleksi diri saya sendiri. Apakah perubahan dalam diri saya bersifat sementara, jika tidak, apakah saya konsisten menghasilkan buah-buah pertobatan sesuai dengan perubahan yang saya alami? Apakah gereja saya dan youth gereja saya konsisten dengan perubahan yang terjadi?
Kita cenderung melihat perubahan itu berlaku dari luar, padahal perubahan itu harus dari dalam. Cenderung ditekankan perubahan fizik secara luaran agar kelihatan meyakinkan...agar orang lain lihat bahwa kita itu sedang berubah dan up-to-date. Ya, kita boleh saja menghadiri seberapa banyak kelas pemuridan, seminar-seminar dan membaca buku-buku...namun perubahan itu berlaku SETIAP HARI, SETIAP SAAT dan ianya sesuatu yang FRESH! dan bermula dari dalam! Kita boleh saja memiliki gedung gereja yang sesuai dengan tahun konsep 2010 namun pemikiran kita, cara pelayanan kita, mentality kita masih lama! Lebih parah lagi kalau mentality kita masih di takuk lama (canggihnya bahasa), in other words, we might appear as an up-to-date person/church/organization, but inside us, in our head, it is still ideas/the mind of the old one. We can appear NEW outside but OLD inside.
Saya selalu diperingatkan Tuhan untuk mendapat rhema baru (fresh revelation) daripadaNya setiap hari. Bahkan dalam setiap kesempatan pelayanan, saya minta sesuatu yang baru dari Tuhan meskipun apa yang saya akan ajarkan/khotbahkan adalah hal yang sudah saya kuasai . Mengapa kadangkala kita conflict dengan setiap perubahan yang terjadi disekitar kita, khususnya perubahan yang masuk ke gereja kita? Konflik timbul kerana fikiran kita tidak dibaharui terus menerus sehingga kita tidak dapat membezakan “..manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Semua macam jenis perubahan, jenis pengajaran pun kita masukkan ke dalam fikiran kita tanpa kita analisa dan selidiki apakah ini waktu yang sesuai dan apakah diri kita siap untuk menerima dan hidup sesuai dengan perubahan yang wujud. Perubahan bukanlah sesuatu yang hanya diperkatakan dan dilaung-laungkan, sebaliknya dihidupi sehingga menjadi gaya hidup.
Saya sangat percaya, setiap perubahan yang mahu dicapai harus ada persiapan. Persiapan secara rohani ( Roh kita, fikiran & hati kita) mahupun persiapan secara fizik (hal-hal teknikal). Persiapan ini harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum men”download” input yang baru. Namun, banyak terjadi dimana anak-anak Tuhan (termasuk saya dulu), terus menerus mendownload input-input yang ada tanpa persiapan. Akhirnya, perubahan itu tidak dapat ditangkap sepenuhnya dan hanya luaran / casing / packaging nya ja yang ditangkap, tapi intinya belum ditangkap sepenuhnya. Kononnya sudah berubah, kita pun mempamerkan packaging baru kita padahal, dalam diri kita masih yang lama. Akhirnya, perubahan itu tidak kekal lama kerana kita mulai jenuh (boring), mulai tidak konsisten menjaga “casing” luaran kita...mulailah berkompromi dengan standard-standard dan nilai-nilai yang disepakati bersama sewaktu perubahan tersebut mula terjadi. Sebab apa? Sebab pemikiran kita belum menganalisa sepenuhnya perubahan yang terjadi, sebab kita sendiri belum mengerti, belum menangkap esensi sebenar bagi perubahan tersebut.
Seperti dalam Matius 9:17 “ Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik.”
I will continue with second part of this topic later. Sebagai kesimpulan, sesuatu perubahan itu harus berlaku dari dalam diri kita sebelum ianya dimanifestasikan diluar diri kita. It is something not easy but God will give us the strength to sustain throughout the whole process. I’m being process by Him, I believe same goes to you. Stay blessed.
This is one famous verse dan ayat ini banyak sekali digunakan setiap kali kata TRANSFORMASI atau PERUBAHAN itu dilaungkan. Demi menyahut seruan PERUBAHAN ini, maka gereja-gereja Tuhan termasuk peribadi-peribadi sendiri, mula lah melakukan perubahan. Terjadi pertobatan dan transformasi...ada yang mendadak, ada yang mengambil masa yang cukup lama untuk “berganti kulit” bahkan ada yang give up dan berbalik kepada kondisi yang asal.Saya sendiri tergolong dalam kumpulan orang yang sukakan PERUBAHAN dan selalu melaungkan kata PERUBAHAN / TRANSFORMASI.
Penampilan peribadi pun berubah, bahkan penampilan gereja pun berubah, lebih bersifat kontemporari dan ibadah langsung berubah, komsel berubah, cara pelayanan berubah, cara bekerja berubah, cara belajar berubah...semuanya mengalami perubahan (meskipun ada yang selesa dengan tradisi lama). Namun, there’s a little problem, these changes didn’t SUSTAIN. Perubahan ini tidak kekal lama. Banyak program, event-event diadakan bagi tujuan mempromosikan perubahan yang ingin diwujudkan, namun perubahan yang terjadi tidak kekal lama. Saya mula menyelidiki dan merefleksi diri saya sendiri. Apakah perubahan dalam diri saya bersifat sementara, jika tidak, apakah saya konsisten menghasilkan buah-buah pertobatan sesuai dengan perubahan yang saya alami? Apakah gereja saya dan youth gereja saya konsisten dengan perubahan yang terjadi?
Kita cenderung melihat perubahan itu berlaku dari luar, padahal perubahan itu harus dari dalam. Cenderung ditekankan perubahan fizik secara luaran agar kelihatan meyakinkan...agar orang lain lihat bahwa kita itu sedang berubah dan up-to-date. Ya, kita boleh saja menghadiri seberapa banyak kelas pemuridan, seminar-seminar dan membaca buku-buku...namun perubahan itu berlaku SETIAP HARI, SETIAP SAAT dan ianya sesuatu yang FRESH! dan bermula dari dalam! Kita boleh saja memiliki gedung gereja yang sesuai dengan tahun konsep 2010 namun pemikiran kita, cara pelayanan kita, mentality kita masih lama! Lebih parah lagi kalau mentality kita masih di takuk lama (canggihnya bahasa), in other words, we might appear as an up-to-date person/church/organization, but inside us, in our head, it is still ideas/the mind of the old one. We can appear NEW outside but OLD inside.
Saya selalu diperingatkan Tuhan untuk mendapat rhema baru (fresh revelation) daripadaNya setiap hari. Bahkan dalam setiap kesempatan pelayanan, saya minta sesuatu yang baru dari Tuhan meskipun apa yang saya akan ajarkan/khotbahkan adalah hal yang sudah saya kuasai . Mengapa kadangkala kita conflict dengan setiap perubahan yang terjadi disekitar kita, khususnya perubahan yang masuk ke gereja kita? Konflik timbul kerana fikiran kita tidak dibaharui terus menerus sehingga kita tidak dapat membezakan “..manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Semua macam jenis perubahan, jenis pengajaran pun kita masukkan ke dalam fikiran kita tanpa kita analisa dan selidiki apakah ini waktu yang sesuai dan apakah diri kita siap untuk menerima dan hidup sesuai dengan perubahan yang wujud. Perubahan bukanlah sesuatu yang hanya diperkatakan dan dilaung-laungkan, sebaliknya dihidupi sehingga menjadi gaya hidup.
Saya sangat percaya, setiap perubahan yang mahu dicapai harus ada persiapan. Persiapan secara rohani ( Roh kita, fikiran & hati kita) mahupun persiapan secara fizik (hal-hal teknikal). Persiapan ini harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum men”download” input yang baru. Namun, banyak terjadi dimana anak-anak Tuhan (termasuk saya dulu), terus menerus mendownload input-input yang ada tanpa persiapan. Akhirnya, perubahan itu tidak dapat ditangkap sepenuhnya dan hanya luaran / casing / packaging nya ja yang ditangkap, tapi intinya belum ditangkap sepenuhnya. Kononnya sudah berubah, kita pun mempamerkan packaging baru kita padahal, dalam diri kita masih yang lama. Akhirnya, perubahan itu tidak kekal lama kerana kita mulai jenuh (boring), mulai tidak konsisten menjaga “casing” luaran kita...mulailah berkompromi dengan standard-standard dan nilai-nilai yang disepakati bersama sewaktu perubahan tersebut mula terjadi. Sebab apa? Sebab pemikiran kita belum menganalisa sepenuhnya perubahan yang terjadi, sebab kita sendiri belum mengerti, belum menangkap esensi sebenar bagi perubahan tersebut.
Seperti dalam Matius 9:17 “ Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik.”
I will continue with second part of this topic later. Sebagai kesimpulan, sesuatu perubahan itu harus berlaku dari dalam diri kita sebelum ianya dimanifestasikan diluar diri kita. It is something not easy but God will give us the strength to sustain throughout the whole process. I’m being process by Him, I believe same goes to you. Stay blessed.
Wednesday, March 3, 2010
JESUS on board

This is a post dedicated to all of you who think that ministry is only happening in church and who giving so many excuse for not involving in God's work. Yep, this is a lesson i learnt while I'm in limbang a couple days ago.
Well, saya percaya most of us pernah mendengar dan membaca Lukas 5:1-11. Mengenai Yesus menaiki perahunya Simon Petrus. Here's some point i want to share:
1) Yesus melayani kita secara one-to-one (Personal ministry, personal touch)
Yesus melayani orang banyak namun Dia turut melayani peribadi secara personal sesuai dengan market place peribadi itu sendiri. Yesus mengajak Simon Petrus untuk pergi ke tempat yang dalam dan membawa Simon menangkan ikan. Simon adalah seorang nelayan, danau galilea dan industri perikanan adalah marketplacenya Simon. Perhatikan, pada waktu itu, Simon belum dipanggil menjadi murid Yesus. Seringkali kita berfikir bahawa Yesus hanya akan melakukan pekerjaan-Nya di acara-acara kerohanian, di acara-acara gereja. But we know that's not the whole fact. Jesus is with you now, yes! wherever you are, whatever you do, He is with you now dan Dia mau bersama-sama dengan kita ditempat kerja/kuliah kita.
2) Yesus memanggil kita sesuai dengan keadaan kita pada waktu itu
We often think that we can only hear God's calling when we pray in church and during altar-call, when our pastor lay hand on us. Yesus memanggil Simon Petrus untuk menjadi penjala manusia sewaktu Dia sedang bersama Simon menjala ikan...bukan sewaktu altar KKR or bukan sewaktu ada pengkhotbah dari luar datang or bukan sewaktu ada ribut petir dan conference besar. CUkup sederhana namun memberi impak kepada kehidupan Simon. Did you hear Jesus's call at your marketplace?
3) Yesus sangat RELEVANT
Sewaktu Yesus memanggil Simon untuk mengikutinya, Dia tidak memberi istilah/gelaran yang bombastik kepada Simon...Dia tidak berkata : "SImon, mulai hari ini, engkau ku pilih menjadi pendeta, engkau ku pilih menjadi pemimpin bagi jemaat yang pertama"...NO. Sebaliknya, Yesus cukup RELEVANT, Dia memanggil Simon menjadi PENJALA MANUSIA, satu terms/istilah yang difahami dan "nyambung" dengan Simon. Hey guys, Jesus is calling you to be His engineer, accountant, musicians, dancers, students etc.
4) Yesus mau mengubah cara fikir kita
Perhatikan, mentang-mentang SImon seorang nelayan dan Yesus seorang tukang kayu, dia sempat berbalas cakap dengan Yesus sewaktu Yesus menyuruhnya menebarkan jala. Ayat 4 "...bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi kerana Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga"
Berapa banyak kita yang respon akan panggilan Tuhan seperti Simon? bila Yesus ingin kita melayani seseorang di marketplace kita, kita bagi alasan yang kedengarannya munasabah. Sampai kita menutup hati kita dengan pemikiran-pemikiran lama dan pengalaman-pengalaman kita. Akibatnya, kita buta hati. Hati kita berfungsi hanya di gereja. Hari ini, mari dengarkan, mari bukakan fikiranmu, mari ubah cara pandang mu akan marketplacemu. Jesus want you to do something.
5) The impossible menjadi the POSSIBLE!
Bila kita taat dengan Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkannya bagi marketplace kita, mukjizat terjadi! Simon sendiri tidak percaya dengan jumlah ikan yang ditangkap. Sampai dia harus memanggil teman-teman yang lain untuk membantunya. Hey guys, i know there's so many impossible things happening at your marketplace. It might be your boss, your lecturer, your collegues or your classmates or your friends....but remember this, when we listen to God's calling, the impossible will become the POSSIBLE. Belajar untuk taat. Understanding comes after obedience.
So, if Jesus wants to be on board...will you allow Him?
99 : 1

Saya baru saja balik dari pelayanan bersama Ps. Simon di SIB Bandar Limbang. Wow! pekerjaan Tuhan di sana sangat rruuuuaaarrrrr biiaaaasssshhhhhaaaaaa! I really encourage any of you readers to find time to go to visit their church. Not because it's a modern church (memang bangunan mereka baru & besar) but it's because of the testimony of the pastor & the people of SIB bandar Limbang. Saya sangat terinspirasi oleh mereka.
ANyway, i'm not gonna talk about my trip to Limbang, tapi something related to it. One thing yang Tuhan bukakan pada saya sejak akhir-akhir ini adalah mengenai 99 : 1 (baca: sembilan puluh sembilan nisbah satu) Sangat mengubah persepsi saya mengenai setiap event-event, acara-acara bahkan program-program kerohanian yang pernah saya anjurkan dan hadiri.
Let me start by asking you (and myself) a question. Ada hal yang terjadi di dunia yang boleh membawa sukacita besar di syurga. Apakah hal tersebut? KKR? Youth Conference/convention? Konsert rohani besar yang dihadiri ribuan? Gedung gereja yang dapat dibangun? Kelas-kelas Pemuridan? Penghasilan album rohani? I still remember when I'm still active playing music in church, organizing events & concerts. Waktu itu saya betul-betul enjoy dan merasa sukacita melihat ramai yang datang, apalagi melihat komitmen & kesungguhan dari team saya yang sama-sama mau melayani jiwa-jiwa. Apalagi setelah mendapat komen yang positif (komen negatif ada juga) dari para pemimpin dan teman-teman lain. So, i was glad and i believe I've done my best (for that event) dan saya percaya Tuhan disenangkan melalui pelayanan saya dan teman-teman. Namun saya dibukakan saat membaca LUkas 15: 4-7.
Ya! cerita mengenai domba yang hilang. All of us have heard it before, itu kan cerita sewaktu kita di sekolah minggu. Nah, cerita yang sederhana inilah yang membukakan mata saya dan sekaligus mengubah persepsi saya mengenai segala sesuatu seputar pelayanan gereja & acara-acara kerohanian yang kita adakan selama ini.
Apa yang membawa sukacita besar di syurga? perhatikan ayat 7 "Aku berkata pada mu: demikian juga akan ada sukacita di sorga kerana satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita kerana sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan"
Got the idea of 99:1? 1 jiwa yang bertobat lebih membawa kesukaan yang besar bagi Bapa kita yang di syurga. Apa pun aktiviti, apapun event, apapun acara yang kita anjurkan/adakan di gereja, biarlah ini menjadi target kita. Bukannya berapa kuantiti yang datang, ramai atau sedikit, yang menjadi target kita adalah sekurang-kurangnya, 1 jiwa bertobat. Bertobat bukan sekadar mengaku dosa, namun mula mengizinkan Tuhan mengubah seluruh hidup (inside-out).
SO guys, hope you are blessed and inspired by this post. Feel free to comment. Stay connected, stay inspired. Be blessed :)
Monday, February 22, 2010
When certain things become irRELEVANT

"All things are lawful for me, but not all things are helpful; all things are lawful for me, but not all things edify. Let no one seek his own, but each one the other's well-being" 1 Cor 10:23-24
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungunnya sendiri tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. 1 Kor 10:23-24
Growing up in a Christian family, I have seen and involved with numerous christian activities from sunday service to family cell group to christian wedding. Banyak sekali idea-idea baru yang muncul dan tidak kurang juga idea-idea yang masih dikekalkan sehingga ke hari ini.
Dalam millennium baru ini, banyak trend baru yang muncul dalam gereja dan saya yakin, lebih banyak trend yang akan muncul. Perhatikan saja bagaimana lagu digereja dipancarkan ke screen. Dulu OHP (OverHeadProjector), sekarang pakai LCD Projector..software powerpoint, sekarang sudah evolve pegi EasyWorship/EasySlide...semakin evolving. Pakaian ke gereja pun ada berubah. Sekarang ramai gereja yang berubah ke Smart Casual dresscode. Ada pula yang upgrade ke formal attire seperti Coat & Necktie. Lagu-lagu, muzik dan penyampaian khotbah di gereja juga mengalami "makeover" nya tersendiri. Senikata dan music arrangement lebih kontemporari. Perkataaan "aku...Kau.." lebih banyak digunakan berbanding "Yesus..Kristus...penuaian jiwa...pengurapan...dll". Muzik yang dulunya berorientasikan pada piano sekarang beralih kepada guitar oriented dimana arrangementnya lebih heavy termasuk waktu free worship. Khotbah dulu berbunyi seperti : "Bagaimana mengasihi sesamamu"...sekarang topik yang sama namun tajuk telah di"kontemporari"kan kepada "Where's is the love?". Dulu, asal ada lampu menerangi stage sudah memadai, trend sekarang pula lebih banyak fokus pada spotlight yang berwarna warni, bahkan ada gereja yang mempunyai smokemachine. Fuh! what a transformation!
Sesungguhnya kita semua tidak mau ketinggalan dalam perubahan yang ada, baik...memang baik kerana perubahan-perubahan inilah yang membuat orang tertarik datang ke gereja, bahkan perubahanlah yang membuatkan kita lebih bersemangat untuk melayani TUhan. Namun demikian we need to be alert, tidak semua perubahan itu berguna alias RELEVANT. Bagi saya, kenali terlebih dahulu gereja anda/diri anda sebelum membuat sebarang perubahan. Apakah perubahan/upgrading itu perlu? Some example, seorang youth leader (dulu namanya ketua pelayanan pemuda pemudi :), ok...seorang youth leader berumur 40 tahun, oleh kerana melayani dikalangan anak-anak muda, maka diapun dye rambutnya, pakai jeans koyak-koyak, buat macam gaya anak muda, lepak-lepak sampai tgh malam...semata-mata mau kelihatan muda. Kalau itu bukan penampilan sebenarnya, i think he'll look silly! That's not relevant. Bagaimana pula gereja yang rata-rata jemaatnya terdiri daripada keluarga, worship team pula sibuk mengupgrade sound system, invest untuk alat muzik yang tercanggih bahkan muzik-muzik rock yang fast tempo dibawa masuk ke ibadah hari minggu. I don't think that idea connect with the families...UNLESS, gereja tersebut memang mau menarik golongan muda untuk datang ke gereja. If their target is family, then i think spending too much on such upgrading is not necessary.
So my point is, we might be amazed by big growing modern churches that has all the up-to-date features. What works for their church not necessary works for ours. Biarlah apa yang dalam fikiran kita ada sesuatu perubahan yang membawa kebaikkan pada semua. So youth leaders or whoever reading this article, before making any transformation in your church/ministry/your life, think 1 Corinthians 10:23-24.
have a great day. Stay Relevant.
Thursday, February 11, 2010
reThinking "KKR", christian concerts (konsert penginjilan)
KKR (Kebaktian Kebangunan ROhani), Concerts & Conferences
Hari berlangsung :
1-3 hari (standard days)
Jumlah orang yang terlibat :
>15 orang, including musicians & organizing committee (bergantung dengan berapa besar kebaktian)
Jumlah jam yang digunakan untuk meeting :
>5 jam (bergantung dengan pengerusi mesyuarat & berapa relevantnya agenda mesyuarat)
Jumlah jam yang digunakan untuk persiapan P&W:
>5 jam, bergantung dengan skill anggota team dan jumlah lagu yang dibawa
Jumlah kos untuk menjayakannya:
>RM100, bergantung dengan budget yang diluluskan oleh MG (Majlis Gereja) dan sponsor
So, the above is the common items in our list. Now here's something i need you to fill;
Jumlah doa puasa untuk melihat pekerjaan Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam
Jumlah orang yang terima TUhan sepanjang acara:
> ? orang
Jumlah anggota team & anggota jemaat yang benar-benar tahu mengapa acara diadakan?
> ? orang
Jumlah orang yang datang untuk didoakan dan difollow up
> ? orang
Jumlah orang yang bertobat dan hidupnya berubah setelah acara diadakan
> ? orang
Jumlah jam digunakan untuk membina hubungan sesama team (tidak termasuk perjumpaan untuk membincangkan persiapan acara/pelayanan):
> ? jam
Jumlah jam digunakan untuk melawat jiwa-jiwa baru yang terima Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam
Jumlah anggota team yang masih bertahan dalam pelayanan setelah beberapa bulan acara berlangsung:
> ?orang
I want to make myself clear, I have no problem, I'm not against any KKR, christian concerts / conference, but I have problem with what happen after the event. How successful the event is determine by how the people's life and spirit being changed and renewed after the event. I hope this simple questions will at least makes you reThink about all the events we're doing in our church. Hmm...i'm out of words now. Feel free to comment.
Hari berlangsung :
1-3 hari (standard days)
Jumlah orang yang terlibat :
>15 orang, including musicians & organizing committee (bergantung dengan berapa besar kebaktian)
Jumlah jam yang digunakan untuk meeting :
>5 jam (bergantung dengan pengerusi mesyuarat & berapa relevantnya agenda mesyuarat)
Jumlah jam yang digunakan untuk persiapan P&W:
>5 jam, bergantung dengan skill anggota team dan jumlah lagu yang dibawa
Jumlah kos untuk menjayakannya:
>RM100, bergantung dengan budget yang diluluskan oleh MG (Majlis Gereja) dan sponsor
So, the above is the common items in our list. Now here's something i need you to fill;
Jumlah doa puasa untuk melihat pekerjaan Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam
Jumlah orang yang terima TUhan sepanjang acara:
> ? orang
Jumlah anggota team & anggota jemaat yang benar-benar tahu mengapa acara diadakan?
> ? orang
Jumlah orang yang datang untuk didoakan dan difollow up
> ? orang
Jumlah orang yang bertobat dan hidupnya berubah setelah acara diadakan
> ? orang
Jumlah jam digunakan untuk membina hubungan sesama team (tidak termasuk perjumpaan untuk membincangkan persiapan acara/pelayanan):
> ? jam
Jumlah jam digunakan untuk melawat jiwa-jiwa baru yang terima Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam
Jumlah anggota team yang masih bertahan dalam pelayanan setelah beberapa bulan acara berlangsung:
> ?orang
I want to make myself clear, I have no problem, I'm not against any KKR, christian concerts / conference, but I have problem with what happen after the event. How successful the event is determine by how the people's life and spirit being changed and renewed after the event. I hope this simple questions will at least makes you reThink about all the events we're doing in our church. Hmm...i'm out of words now. Feel free to comment.
Wednesday, December 2, 2009
Proud Representative

I was captured by yesterday's newspaper headline. Ada seorang politician tempatan yang menyiarkan campaign videonya di youtube dan dikecam hebat oleh TV station di Taiwan kerana politician tersebut meniru video campaign presiden negara mereka. It's not 10% copy....but it's almost 100%! Just change few words. Sesuatu yang memalukan apalagi bagi seorang yang berpengaruh. Oleh kerana tindakannya, parti politiknya mendapat kritikan hebat dari penonton youtube dan pemberita di Taiwan. Saya sendiri berfikir, apakah ahli politik tersebut tidak pernah terfikir bahawa tindakannya akan membawa kesan kepada partinya? bahkan kepada negaranya?
Setiap kita mewakili sesuatu organisasi, sama ada keluarga, gereja, office, College, kampung, rumah panjang dan sebagainya. Apa yang kita lakukan, apa yang kita perkatakan, apa yang kita fikirkan, cara hidup kita, menunjukkan siapa kita dan dari mana kita. Sometimes we forgot who we represent. Ini berbicara mengenai kesaksian kita sehari-hari. Bila kita berada di lingkungan kita (keluarga, office, gereja dll), adakah kesaksian kita memberikan impresi (impression) yang baik? atau gara-gara kita, organisasi (keluarga, office, gereja dll) yang kita wakili menerima kritikan dan komen-komen yang negatif bahkan kita menjadi batu sandungan pada orang lain?
Saya beberapa kali mendengar kalimat ini dari beberapa orang pengkhotbah; "berapa banyak jemaat yang pindah gereja gara-gara kamu?". Wow! saya tersentak saat pertama kali mendengar pertanyaan tersebut dan saya masih ingat sampai ke hari ini. Saya selalu bertanya kepada diri saya apakah kesaksian hidup saya membuat orang lain makin mendekat dan tertarik kepada Yesus atau mereka tidak berminat atau makin menjauh dari Yesus? How about you? Are you a proud representative of God's kingdom? Have you become a good representative of His kingdom? Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita agar kita dimampukan untuk bersaksi; untuk menyampaikan kabar baik dan kabar keselamatan Yesus (Matius 28 : 19 – 20) As I always say to the young people of RYC, "You live once, make use of your life to the max". Be a proud of representative of Christ's kingdom.
Feel free to leave you comments or inputs. Have a blessed day
Labels:
Character,
Leadership,
Youth Ministry
Subscribe to:
Posts (Atom)