Wednesday, December 2, 2009

Proud Representative


I was captured by yesterday's newspaper headline. Ada seorang politician tempatan yang menyiarkan campaign videonya di youtube dan dikecam hebat oleh TV station di Taiwan kerana politician tersebut meniru video campaign presiden negara mereka. It's not 10% copy....but it's almost 100%! Just change few words. Sesuatu yang memalukan apalagi bagi seorang yang berpengaruh. Oleh kerana tindakannya, parti politiknya mendapat kritikan hebat dari penonton youtube dan pemberita di Taiwan. Saya sendiri berfikir, apakah ahli politik tersebut tidak pernah terfikir bahawa tindakannya akan membawa kesan kepada partinya? bahkan kepada negaranya?

Setiap kita mewakili sesuatu organisasi, sama ada keluarga, gereja, office, College, kampung, rumah panjang dan sebagainya. Apa yang kita lakukan, apa yang kita perkatakan, apa yang kita fikirkan, cara hidup kita, menunjukkan siapa kita dan dari mana kita. Sometimes we forgot who we represent. Ini berbicara mengenai kesaksian kita sehari-hari. Bila kita berada di lingkungan kita (keluarga, office, gereja dll), adakah kesaksian kita memberikan impresi (impression) yang baik? atau gara-gara kita, organisasi (keluarga, office, gereja dll) yang kita wakili menerima kritikan dan komen-komen yang negatif bahkan kita menjadi batu sandungan pada orang lain?

Saya beberapa kali mendengar kalimat ini dari beberapa orang pengkhotbah; "berapa banyak jemaat yang pindah gereja gara-gara kamu?". Wow! saya tersentak saat pertama kali mendengar pertanyaan tersebut dan saya masih ingat sampai ke hari ini. Saya selalu bertanya kepada diri saya apakah kesaksian hidup saya membuat orang lain makin mendekat dan tertarik kepada Yesus atau mereka tidak berminat atau makin menjauh dari Yesus? How about you? Are you a proud representative of God's kingdom? Have you become a good representative of His kingdom? Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita agar kita dimampukan untuk bersaksi; untuk menyampaikan kabar baik dan kabar keselamatan Yesus (Matius 28 : 19 – 20) As I always say to the young people of RYC, "You live once, make use of your life to the max". Be a proud of representative of Christ's kingdom.

Feel free to leave you comments or inputs. Have a blessed day

Saturday, November 21, 2009

Walking on the water



I was preparing my slides for my preaching this evening at RYC service. Then all of sudden came to my mind the image of Peter walking on the water towards Jesus. (John 6:16-21). This is one of the famous story in the bible. Apparently, not many christians relate this stroy to their life...either they forgot about the story or doesn't see the importance of it. For me, being a musician in this entertainment industry is like walking on the water. Jesus is on it (He rule over the entertainment industry...amen!), and i ask God if i can walk on it...and now, i'm walking on it but i admit, at times i would be anxious about what is happening around me and whether i'll make the next step and reach Jesus. Have u experience the same in your life?


I believe, if Jesus enables me to make the first step on the "water" (i.e. entertainment industry), He will lead me 'til i reach Him..even there's a big storm besides me..or a big creature waiting underneath me...i knew that as long as i have faith and the courage to walk towards Him, I will reach Him...I will end journey.


So friends, whatever it is u'r facing now...make sure...u must be really sure it is Jesus who call u to walk on the water..do you hear Jesus?

Wednesday, November 18, 2009

Guard your walls

"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya" Amsal 25:28

"Whoever has no rule over his own spirit Is like a city broken down, without walls. " Proverbs 25:28 (NKJV)

Ayat di atas menjadi renungan sejak minggu yang lalu dan sampai ke hari ini Tuhan benar-benar memproses saya di area PENGUASAAN DIRI. Infact, this saturday I'm gonna preach on this topic to all my young brothers & sisters in RYC. Just want to share with them what I've experience fomr this ongoing process.


So, bercakap mengenai PENGUASAAN DIRI, seperti sebuah kota yang roboh temboknya, begitulah orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya (his own spirit - NKJV). Tidak kiralah berapa banyak karunia yang ada pada saya, tidak kiralah berapa banyak jiwa yang saya bangunkan selama ini, tidak kira berapa lama saya sudah melayani Tuhan, jika saya tidak menguasai diri saya, segala apa yang saya kerjakan selama ini akan terdedah kepada serangan si iblis. Dan yang parahnya adalah, gara-gara tiada penguasaan diri, saya sendiri mensabotaj apa yang saya kerjakan selama ini. Just imagine a city without walls. Bayangkan jika sebuah kerajaan tidak mempunyai tembok pelindung yang mengelilinginya. Segala kekayaan, segala apa kemajuan yang ada di dalam kerajaan itu akan mudah dicuri atau diserang oleh musuh.

I don't know about you guys, for me, ada 4 area yang perlu saya kuasai dalam diri saya. FIKIRAN, EMOSI, PERKATAAN & PERBUATAN.

I'll share more in details on each of those 4 areas in my next post (when I'm not busy). But for now, let me leave you with this thought :

Your walls that surround you is as strong and as thick as your ability to control yourself in any situation.

Trust your heart?




I used to hear and also used to say this : "trust your heart...". When troubles comes..when we don't know what to do, when you having problems with your bf/gf or family or whoever..."trust your heart...follow what your heart says"...these are common....too common in our society even in church..and i say that there is something wrong here and i hope you will change the way you think after reading this.
Why? read : The human heart is the most deceitful of all things, and desperately wicked. Who really knows how bad it is? But I, the Lord, search all hearts and examine secret motives. -Jeremiah 17:9-10

check that out! our heart is the most deceitful...the MOST. So, for me...trust the Lord, trust His word (BIBLE) is the first thing we all should do in life.. When troubles come (any kind of troubles / problems...relationship, financial, studies, ministry etc)...talk to God & look what the bible says about the issue u're dealing with...later, consult to the right person. Imagine what we get after not filling our heart with His words and then we choose to decide things based on what our heart says! what kind of solution would that be?


So, trust your heart or trust your God?

Monday, November 9, 2009

Dikenal kerana karunia atau buah roh?




Well, it has been a while since I update my blog. Been busy with work, studies, ministry and wedding preparation. However, I thank God for His strength, His grace in my life never fade. Few days ago I was invited by Alex & the new RYC leadership team. Just to share on few things. I share to them what I learn from God in this past few weeks.

Saya mengaku bahawa saya diproses oleh Tuhan untuk terus menerus menghasilkan buah-buah roh dari kehidupan saya. Kalau bicara soal karunia…saya puji TUhan kerana pada hari ni Tuhan memperlengkapi saya dengan berbagai-bagai karunia. Sampai hari ini masih ada karunia yang masih dipertajamkan, masih ada juga yang belum ditemukan namun demikian kita semua tau apa itu karunia roh. Karunia bernubuat, menasihati, memberi, memimpin, berbahasa roh, karunia melayani dan bermacam-macam lagi.

Saya selalu “mendampingkan” karunia dengan karisma (charisma). Now, here’s the tricky part. Banyak terjadi di dalam kehidupan anak-anak Tuhan di mana karunia lebih banyak dikerjakan, karunia lebih banyak menjadi fokus dan karunia juga lebih banyak diagung-agungkan dalam diri seseorang. Berbanding dengan buah roh: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…” Galatia 5:22-23, orang banyak sekali memperkatakan mengenai karunia seseorang. Bila dalam menilai seseorang, selalunya karunia (karisma) dan penampilan seseorang itu yang menjadi taruhan. Namun kurang diperhatikan buah-buah roh yang dihasilkan oleh orang tersebut.

Mengapa saya ingin mengongsikan hal ini? Firstly, I’m no longer in my church’s board of leadership structure. I’m no longer heading RYC, just mentoring them. So, since saya juga sibuk dengan pekerjaan, study & persiapan perkahwinan, saya jarang melayani di gereja..maksudnya, pelayanan mimbar. This is another phase in my life where God is shaping me to another form. Thank God He open my eyes. Sepertinya segala attribute (aksesori2) pelayanan saya sudah ditanggalkan…yang tinggal hanyalah karakter (buah-buah) yang terpancar dari kehidupan saya. Sama ada buah-buah roh atau buah-buah yang busuk yang keluar, itulah yang Tuhan perlihatkan pada saya.

Kadangkala tanpa kita sedar, kita kurang memperhatikan apakah diri kita masih menghasilkan buah-buah roh. Pelayanan tetap jalan, bahkan makin sibuk namun tanpa disedari, karakter kita berubah..tiada penguasaan diri, melayani sudah tidak ada sukacita..sudah hilang damai sejahtera…kalau ada damai & sukacitapun mungkin sebab ada kawan-kawan bersama-sama atau kebetulan hari tu mood baik. Melayani no. 1 namun sudah mulai mau mencari gereja-gereja lain dengan alasan gerejanya sekarang tidak dapat menampung karunianya yang hampir sama bahkan sepertinya lebih banyak dari pastornya…dalam kata lain, hilang sudah kesetiaan akan gereja dan pelayanan. The list can goes on and on…dan saya tidak bermaksud untuk menyinggung sesiapa di sini namun inilah hal yang Tuhan bukakan kepada saya sepanjang beberapa minggu yang lalu. Suatu teguran bagi saya juga kerana ini benar-benar membuat saya merasa sangat kecil dihadapan Tuhan.

Bagi saya, lebih baik kita dikenal dari buah-buah roh yang terhasil dari kehidupan kita, untuk melayani dengan hati yang murni adalah tidak mudah bila kita bersandar pada karunia & kekuatan kita saja. Temptation to pride is always there. So guys, whatever spiritual gifts u have, balance them with your spiritual fruits. Sorry for the mix use of language, I believe u guys got my point . Have a great day. God bless.

INspired to impact,
Wagner

Thursday, August 27, 2009

Being ONE




Looking back in my past years ministry in RYC, I was blessed to have worked with so many kind of friends and unique + energetic young people. Selalunya orang berkata untuk memiliki team yang sama "kepala" alias minat benda yang sama atau karakter yang sama. I don't really agree with that. Having people yang sama kepala dlm ministry does help at certain times but it can cause problem in later days.

Sepanjang pelayanan saya di SIBKL Lake City, khususnya di RYC, saya bersyukur kerana Tuhan menghantar leaders yang memiliki karakter dan keunikan mereka tersendiri, ada yang intim, ada yang dominan, tidak kurang juga yang cermat dan stabil karakternya. Saya belajar untuk membawa setiap kami terfokus pada visi dan objective dari perjuangan pelayanan RYC dan bukannya konflik di daerah perbezaan pendapat dan pembawaan.

Sedih sekali melihat youth ministry, gereja2 atau organisasi yang pecah gara-gara gagal melihat visi yang sama. Masing-masing mempertahankan pendapat dan cara kerja masing-masing sehingga jemaat terkorban. And still, they're proud to call themselves leaders. Leaders yang bukannya dipimpin Tuhan untuk "membelah laut" (seperti musa) namun, leaders yang dipimpin oleh keegoan cita-cita masing untuk "membelah jemaat", "membelah gereja".

Gereja Tuhan di mana-mana banyak mendengar khotbah mengenai 1 Korintus 12:12-27 namun pratically, not everybody are living to it...saya sendiri masih diproses dalam hal kesatuan, ada hal tertentu yang saya masih lemah namun saya berusaha terus dan tidak akan mengalah kerana MENYESAL SEPARUH MATI kalau kita mengalah dan kita dapat tahu bahawa we just few steps to the finishing line!...
Here's a video that inspires me. This is a dance group that consist of young and senior...how they manage to get together to practice and focus on their goal despite being different in so many ways. If you're leading a team, encourage your team to focus on the vision and learn to trust your team to do the task their own way, as long as the vision is achieve. If you're in a team, know that your part is as important as the others. Be faithful even if it's just a small part or it might not seem like a popular job. God honor you. Be faithful.

Lastly, marilah kita terus menabur benih yang positif dalam generasi kita. Apa yang terjadi pada generasi akan datang bergantung dengan apa yang kita lakukan pada generasi ini. Tidak mungkin kita menuai generasi yang bersatu jika kita tidak menabur "benih-benih" kesatuan dalam generasi ini. Denominasi boleh saja berbeza, cara ibadah boleh saja berbeza...why not we focus on the same vision? -stay blessed :)

Being Abraham

Gereja kami baru saja mengumumkan ahli majlis gereja yang baru and 90% of them are FRESH! Young and the dangerous (to the kingdom of darkness) and full of energy and vision. Relevant Youth Church (RYC) has been passed to a new generation of leaders led by my bro. Alexson.

Saya bersyukur kerana dalam tempoh 2007-2009, TUHAN telah mempercayakan saya memimpin RYC ke satu level yang boleh menjadi berkat bagi generasi ini malah saya sangat yakin dan pasti bahawa RYC akan dipimpin ke level yang lebih tinggi lagi, merebut “kota-kota” lain di dalam “tanah kanaan” yang sudah Dia sediakan untuk gereja kami. Musa sudah memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir..suatu tugas yang sukar, sekarang tiba masa Joshua untuk meneruskan perjuangan memasuki tanah kanaan dan menakluk kota-kota yang diberikan Tuhan. The same thing happen in our church now including RYC.

Having said that, saya sempat meluangkan lebih 1 jam heart-to-heart talk dengan pastor saya, Pastor Kenny, yang juga merupakan salah 1 bapa rohani saya. Btw leaders, it is VERY IMPORTANT for us to be connected to our pastor. Di sanalah kita boleh mengongsikan visi & mimpi kita dan di sana jugalah dia boleh mengongsikan visinya untuk pelayanan kita bahkan we can build trust and strong bond as we spend quality time with our pastor. So, youth leaders, don’t be “allergic” with your pastor…bertobatlah!

So, as we share our dreams and hopes, we pray and as we pray God spoke to me through His covenant with Abram (before he being named Abraham in Genesis 17:1-9).

“As for me, this is my covenant with you: You will be the father of many nations. No longer will you be called Abram; your name will be Abraham, for I have made you a father of many nations. I will make you very fruitful; I will make nations of you, and kings will come from you. I will establish my covenant as an everlasting covenant between me and you and your descendants after you for the generations to come, to be your God and the God of your descendants after you. The whole land of Canaan, where you are now an alien, I will give as an everlasting possession to you and your descendants after you; and I will be their God.”

Our generation these days needs a father figure. We have a lot of teachers and leaders in our generation but very less father figure. Telah tiba waktunya untuk hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya ALLAH jangan datang memukul bumi sehingga musnah- Maleakhi 4:5-6

Generasi kita runtuh kerana tiada figure bapa...dan ini berbicara mengenai institusi kekeluargaan. Kebanyakkan keluarga melepaskan tanggungjawab kepada gereja khusunya pastor untuk mendidik anak-anak mereka..sedangkan pastor & pemimpin gereja hanya bertemu dengan anak-anak mereka kurang dari 48jam seminggu berbanding dengan mereka.

As i'm entering a new phase in my life, in my ministry, relationship and career, i believe God is preparing me for His kingdom. How, What, Where and When? I don't know but I'm making a plan and be prepared to be directed by the Holy SPirit. For those of you who read this post, I believe all of us are called to be a father/mother for this generation. I want to encourage all of you to step up to another level in your spiritual life, growing up to be a father...not baby. It won't be an easy process but God says "Pikullah kuk yang Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku-pun ringan.."Mat 11 : 28 – 30

Have a blessed day.