Wednesday, March 3, 2010

JESUS on board



This is a post dedicated to all of you who think that ministry is only happening in church and who giving so many excuse for not involving in God's work. Yep, this is a lesson i learnt while I'm in limbang a couple days ago.

Well, saya percaya most of us pernah mendengar dan membaca Lukas 5:1-11. Mengenai Yesus menaiki perahunya Simon Petrus. Here's some point i want to share:
1) Yesus melayani kita secara one-to-one (Personal ministry, personal touch)
Yesus melayani orang banyak namun Dia turut melayani peribadi secara personal sesuai dengan market place peribadi itu sendiri. Yesus mengajak Simon Petrus untuk pergi ke tempat yang dalam dan membawa Simon menangkan ikan. Simon adalah seorang nelayan, danau galilea dan industri perikanan adalah marketplacenya Simon. Perhatikan, pada waktu itu, Simon belum dipanggil menjadi murid Yesus. Seringkali kita berfikir bahawa Yesus hanya akan melakukan pekerjaan-Nya di acara-acara kerohanian, di acara-acara gereja. But we know that's not the whole fact. Jesus is with you now, yes! wherever you are, whatever you do, He is with you now dan Dia mau bersama-sama dengan kita ditempat kerja/kuliah kita.

2) Yesus memanggil kita sesuai dengan keadaan kita pada waktu itu
We often think that we can only hear God's calling when we pray in church and during altar-call, when our pastor lay hand on us. Yesus memanggil Simon Petrus untuk menjadi penjala manusia sewaktu Dia sedang bersama Simon menjala ikan...bukan sewaktu altar KKR or bukan sewaktu ada pengkhotbah dari luar datang or bukan sewaktu ada ribut petir dan conference besar. CUkup sederhana namun memberi impak kepada kehidupan Simon. Did you hear Jesus's call at your marketplace?

3) Yesus sangat RELEVANT
Sewaktu Yesus memanggil Simon untuk mengikutinya, Dia tidak memberi istilah/gelaran yang bombastik kepada Simon...Dia tidak berkata : "SImon, mulai hari ini, engkau ku pilih menjadi pendeta, engkau ku pilih menjadi pemimpin bagi jemaat yang pertama"...NO. Sebaliknya, Yesus cukup RELEVANT, Dia memanggil Simon menjadi PENJALA MANUSIA, satu terms/istilah yang difahami dan "nyambung" dengan Simon. Hey guys, Jesus is calling you to be His engineer, accountant, musicians, dancers, students etc.

4) Yesus mau mengubah cara fikir kita
Perhatikan, mentang-mentang SImon seorang nelayan dan Yesus seorang tukang kayu, dia sempat berbalas cakap dengan Yesus sewaktu Yesus menyuruhnya menebarkan jala. Ayat 4 "...bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi kerana Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga"

Berapa banyak kita yang respon akan panggilan Tuhan seperti Simon? bila Yesus ingin kita melayani seseorang di marketplace kita, kita bagi alasan yang kedengarannya munasabah. Sampai kita menutup hati kita dengan pemikiran-pemikiran lama dan pengalaman-pengalaman kita. Akibatnya, kita buta hati. Hati kita berfungsi hanya di gereja. Hari ini, mari dengarkan, mari bukakan fikiranmu, mari ubah cara pandang mu akan marketplacemu. Jesus want you to do something.

5) The impossible menjadi the POSSIBLE!
Bila kita taat dengan Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkannya bagi marketplace kita, mukjizat terjadi! Simon sendiri tidak percaya dengan jumlah ikan yang ditangkap. Sampai dia harus memanggil teman-teman yang lain untuk membantunya. Hey guys, i know there's so many impossible things happening at your marketplace. It might be your boss, your lecturer, your collegues or your classmates or your friends....but remember this, when we listen to God's calling, the impossible will become the POSSIBLE. Belajar untuk taat. Understanding comes after obedience.

So, if Jesus wants to be on board...will you allow Him?






99 : 1



Saya baru saja balik dari pelayanan bersama Ps. Simon di SIB Bandar Limbang. Wow! pekerjaan Tuhan di sana sangat rruuuuaaarrrrr biiaaaasssshhhhhaaaaaa! I really encourage any of you readers to find time to go to visit their church. Not because it's a modern church (memang bangunan mereka baru & besar) but it's because of the testimony of the pastor & the people of SIB bandar Limbang. Saya sangat terinspirasi oleh mereka.

ANyway, i'm not gonna talk about my trip to Limbang, tapi something related to it. One thing yang Tuhan bukakan pada saya sejak akhir-akhir ini adalah mengenai 99 : 1 (baca: sembilan puluh sembilan nisbah satu) Sangat mengubah persepsi saya mengenai setiap event-event, acara-acara bahkan program-program kerohanian yang pernah saya anjurkan dan hadiri.

Let me start by asking you (and myself) a question. Ada hal yang terjadi di dunia yang boleh membawa sukacita besar di syurga. Apakah hal tersebut? KKR? Youth Conference/convention? Konsert rohani besar yang dihadiri ribuan? Gedung gereja yang dapat dibangun? Kelas-kelas Pemuridan? Penghasilan album rohani? I still remember when I'm still active playing music in church, organizing events & concerts. Waktu itu saya betul-betul enjoy dan merasa sukacita melihat ramai yang datang, apalagi melihat komitmen & kesungguhan dari team saya yang sama-sama mau melayani jiwa-jiwa. Apalagi setelah mendapat komen yang positif (komen negatif ada juga) dari para pemimpin dan teman-teman lain. So, i was glad and i believe I've done my best (for that event) dan saya percaya Tuhan disenangkan melalui pelayanan saya dan teman-teman. Namun saya dibukakan saat membaca LUkas 15: 4-7.

Ya! cerita mengenai domba yang hilang. All of us have heard it before, itu kan cerita sewaktu kita di sekolah minggu. Nah, cerita yang sederhana inilah yang membukakan mata saya dan sekaligus mengubah persepsi saya mengenai segala sesuatu seputar pelayanan gereja & acara-acara kerohanian yang kita adakan selama ini.

Apa yang membawa sukacita besar di syurga? perhatikan ayat 7 "Aku berkata pada mu: demikian juga akan ada sukacita di sorga kerana satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita kerana sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan"

Got the idea of 99:1? 1 jiwa yang bertobat lebih membawa kesukaan yang besar bagi Bapa kita yang di syurga. Apa pun aktiviti, apapun event, apapun acara yang kita anjurkan/adakan di gereja, biarlah ini menjadi target kita. Bukannya berapa kuantiti yang datang, ramai atau sedikit, yang menjadi target kita adalah sekurang-kurangnya, 1 jiwa bertobat. Bertobat bukan sekadar mengaku dosa, namun mula mengizinkan Tuhan mengubah seluruh hidup (inside-out).

SO guys, hope you are blessed and inspired by this post. Feel free to comment. Stay connected, stay inspired. Be blessed :)

Monday, February 22, 2010

When certain things become irRELEVANT



"All things are lawful for me, but not all things are helpful; all things are lawful for me, but not all things edify. Let no one seek his own, but each one the other's well-being" 1 Cor 10:23-24


"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungunnya sendiri tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. 1 Kor 10:23-24


Growing up in a Christian family, I have seen and involved with numerous christian activities from sunday service to family cell group to christian wedding. Banyak sekali idea-idea baru yang muncul dan tidak kurang juga idea-idea yang masih dikekalkan sehingga ke hari ini.


Dalam millennium baru ini, banyak trend baru yang muncul dalam gereja dan saya yakin, lebih banyak trend yang akan muncul. Perhatikan saja bagaimana lagu digereja dipancarkan ke screen. Dulu OHP (OverHeadProjector), sekarang pakai LCD Projector..software powerpoint, sekarang sudah evolve pegi EasyWorship/EasySlide...semakin evolving. Pakaian ke gereja pun ada berubah. Sekarang ramai gereja yang berubah ke Smart Casual dresscode. Ada pula yang upgrade ke formal attire seperti Coat & Necktie. Lagu-lagu, muzik dan penyampaian khotbah di gereja juga mengalami "makeover" nya tersendiri. Senikata dan music arrangement lebih kontemporari. Perkataaan "aku...Kau.." lebih banyak digunakan berbanding "Yesus..Kristus...penuaian jiwa...pengurapan...dll". Muzik yang dulunya berorientasikan pada piano sekarang beralih kepada guitar oriented dimana arrangementnya lebih heavy termasuk waktu free worship. Khotbah dulu berbunyi seperti : "Bagaimana mengasihi sesamamu"...sekarang topik yang sama namun tajuk telah di"kontemporari"kan kepada "Where's is the love?". Dulu, asal ada lampu menerangi stage sudah memadai, trend sekarang pula lebih banyak fokus pada spotlight yang berwarna warni, bahkan ada gereja yang mempunyai smokemachine. Fuh! what a transformation!


Sesungguhnya kita semua tidak mau ketinggalan dalam perubahan yang ada, baik...memang baik kerana perubahan-perubahan inilah yang membuat orang tertarik datang ke gereja, bahkan perubahanlah yang membuatkan kita lebih bersemangat untuk melayani TUhan. Namun demikian we need to be alert, tidak semua perubahan itu berguna alias RELEVANT. Bagi saya, kenali terlebih dahulu gereja anda/diri anda sebelum membuat sebarang perubahan. Apakah perubahan/upgrading itu perlu? Some example, seorang youth leader (dulu namanya ketua pelayanan pemuda pemudi :), ok...seorang youth leader berumur 40 tahun, oleh kerana melayani dikalangan anak-anak muda, maka diapun dye rambutnya, pakai jeans koyak-koyak, buat macam gaya anak muda, lepak-lepak sampai tgh malam...semata-mata mau kelihatan muda. Kalau itu bukan penampilan sebenarnya, i think he'll look silly! That's not relevant. Bagaimana pula gereja yang rata-rata jemaatnya terdiri daripada keluarga, worship team pula sibuk mengupgrade sound system, invest untuk alat muzik yang tercanggih bahkan muzik-muzik rock yang fast tempo dibawa masuk ke ibadah hari minggu. I don't think that idea connect with the families...UNLESS, gereja tersebut memang mau menarik golongan muda untuk datang ke gereja. If their target is family, then i think spending too much on such upgrading is not necessary.


So my point is, we might be amazed by big growing modern churches that has all the up-to-date features. What works for their church not necessary works for ours. Biarlah apa yang dalam fikiran kita ada sesuatu perubahan yang membawa kebaikkan pada semua. So youth leaders or whoever reading this article, before making any transformation in your church/ministry/your life, think 1 Corinthians 10:23-24.


have a great day. Stay Relevant.

Thursday, February 11, 2010

reThinking "KKR", christian concerts (konsert penginjilan)

KKR (Kebaktian Kebangunan ROhani), Concerts & Conferences

Hari berlangsung :
1-3 hari (standard days)

Jumlah orang yang terlibat :
>15 orang, including musicians & organizing committee (bergantung dengan berapa besar kebaktian)

Jumlah jam yang digunakan untuk meeting :
>5 jam (bergantung dengan pengerusi mesyuarat & berapa relevantnya agenda mesyuarat)

Jumlah jam yang digunakan untuk persiapan P&W:
>5 jam, bergantung dengan skill anggota team dan jumlah lagu yang dibawa

Jumlah kos untuk menjayakannya:
>RM100, bergantung dengan budget yang diluluskan oleh MG (Majlis Gereja) dan sponsor

So, the above is the common items in our list. Now here's something i need you to fill;

Jumlah doa puasa untuk melihat pekerjaan Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam

Jumlah orang yang terima TUhan sepanjang acara:
> ? orang

Jumlah anggota team & anggota jemaat yang benar-benar tahu mengapa acara diadakan?
> ? orang

Jumlah orang yang datang untuk didoakan dan difollow up
> ? orang

Jumlah orang yang bertobat dan hidupnya berubah setelah acara diadakan
> ? orang

Jumlah jam digunakan untuk membina hubungan sesama team (tidak termasuk perjumpaan untuk membincangkan persiapan acara/pelayanan):
> ? jam

Jumlah jam digunakan untuk melawat jiwa-jiwa baru yang terima Tuhan dalam acara tersebut:
> ? jam

Jumlah anggota team yang masih bertahan dalam pelayanan setelah beberapa bulan acara berlangsung:
> ?orang


I want to make myself clear, I have no problem, I'm not against any KKR, christian concerts / conference, but I have problem with what happen after the event. How successful the event is determine by how the people's life and spirit being changed and renewed after the event. I hope this simple questions will at least makes you reThink about all the events we're doing in our church. Hmm...i'm out of words now. Feel free to comment.

Wednesday, December 2, 2009

Proud Representative


I was captured by yesterday's newspaper headline. Ada seorang politician tempatan yang menyiarkan campaign videonya di youtube dan dikecam hebat oleh TV station di Taiwan kerana politician tersebut meniru video campaign presiden negara mereka. It's not 10% copy....but it's almost 100%! Just change few words. Sesuatu yang memalukan apalagi bagi seorang yang berpengaruh. Oleh kerana tindakannya, parti politiknya mendapat kritikan hebat dari penonton youtube dan pemberita di Taiwan. Saya sendiri berfikir, apakah ahli politik tersebut tidak pernah terfikir bahawa tindakannya akan membawa kesan kepada partinya? bahkan kepada negaranya?

Setiap kita mewakili sesuatu organisasi, sama ada keluarga, gereja, office, College, kampung, rumah panjang dan sebagainya. Apa yang kita lakukan, apa yang kita perkatakan, apa yang kita fikirkan, cara hidup kita, menunjukkan siapa kita dan dari mana kita. Sometimes we forgot who we represent. Ini berbicara mengenai kesaksian kita sehari-hari. Bila kita berada di lingkungan kita (keluarga, office, gereja dll), adakah kesaksian kita memberikan impresi (impression) yang baik? atau gara-gara kita, organisasi (keluarga, office, gereja dll) yang kita wakili menerima kritikan dan komen-komen yang negatif bahkan kita menjadi batu sandungan pada orang lain?

Saya beberapa kali mendengar kalimat ini dari beberapa orang pengkhotbah; "berapa banyak jemaat yang pindah gereja gara-gara kamu?". Wow! saya tersentak saat pertama kali mendengar pertanyaan tersebut dan saya masih ingat sampai ke hari ini. Saya selalu bertanya kepada diri saya apakah kesaksian hidup saya membuat orang lain makin mendekat dan tertarik kepada Yesus atau mereka tidak berminat atau makin menjauh dari Yesus? How about you? Are you a proud representative of God's kingdom? Have you become a good representative of His kingdom? Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita agar kita dimampukan untuk bersaksi; untuk menyampaikan kabar baik dan kabar keselamatan Yesus (Matius 28 : 19 – 20) As I always say to the young people of RYC, "You live once, make use of your life to the max". Be a proud of representative of Christ's kingdom.

Feel free to leave you comments or inputs. Have a blessed day

Saturday, November 21, 2009

Walking on the water



I was preparing my slides for my preaching this evening at RYC service. Then all of sudden came to my mind the image of Peter walking on the water towards Jesus. (John 6:16-21). This is one of the famous story in the bible. Apparently, not many christians relate this stroy to their life...either they forgot about the story or doesn't see the importance of it. For me, being a musician in this entertainment industry is like walking on the water. Jesus is on it (He rule over the entertainment industry...amen!), and i ask God if i can walk on it...and now, i'm walking on it but i admit, at times i would be anxious about what is happening around me and whether i'll make the next step and reach Jesus. Have u experience the same in your life?


I believe, if Jesus enables me to make the first step on the "water" (i.e. entertainment industry), He will lead me 'til i reach Him..even there's a big storm besides me..or a big creature waiting underneath me...i knew that as long as i have faith and the courage to walk towards Him, I will reach Him...I will end journey.


So friends, whatever it is u'r facing now...make sure...u must be really sure it is Jesus who call u to walk on the water..do you hear Jesus?

Wednesday, November 18, 2009

Guard your walls

"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya" Amsal 25:28

"Whoever has no rule over his own spirit Is like a city broken down, without walls. " Proverbs 25:28 (NKJV)

Ayat di atas menjadi renungan sejak minggu yang lalu dan sampai ke hari ini Tuhan benar-benar memproses saya di area PENGUASAAN DIRI. Infact, this saturday I'm gonna preach on this topic to all my young brothers & sisters in RYC. Just want to share with them what I've experience fomr this ongoing process.


So, bercakap mengenai PENGUASAAN DIRI, seperti sebuah kota yang roboh temboknya, begitulah orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya (his own spirit - NKJV). Tidak kiralah berapa banyak karunia yang ada pada saya, tidak kiralah berapa banyak jiwa yang saya bangunkan selama ini, tidak kira berapa lama saya sudah melayani Tuhan, jika saya tidak menguasai diri saya, segala apa yang saya kerjakan selama ini akan terdedah kepada serangan si iblis. Dan yang parahnya adalah, gara-gara tiada penguasaan diri, saya sendiri mensabotaj apa yang saya kerjakan selama ini. Just imagine a city without walls. Bayangkan jika sebuah kerajaan tidak mempunyai tembok pelindung yang mengelilinginya. Segala kekayaan, segala apa kemajuan yang ada di dalam kerajaan itu akan mudah dicuri atau diserang oleh musuh.

I don't know about you guys, for me, ada 4 area yang perlu saya kuasai dalam diri saya. FIKIRAN, EMOSI, PERKATAAN & PERBUATAN.

I'll share more in details on each of those 4 areas in my next post (when I'm not busy). But for now, let me leave you with this thought :

Your walls that surround you is as strong and as thick as your ability to control yourself in any situation.