Wednesday, March 24, 2010

NEW BUT OLD (part 2)

I’m a person who enjoy food very much. I’m blessed to have a wife who enjoy eating like myself. Namun demikian, kegemaran ini boleh saja memudaratkan saya. ..yes. Terlalu banyak makan akan menjejaskan kesihatan dan boleh membawa kepada sakit penyakit dan kematian. Terlalu banyak makanan masuk, khususnya makanan yang tidak sesuai, pasti membawa akibat yang negative. Saya menggunakan analogy ini sebagai gambaran bagaimana kita sendiri boleh saja menjadi “pelahap” kepada perubahan.

Kakak ipar saya adalah seorang nutritionist (seorang yang pakar dalam hal nutrisi pemakanan). Dia banyak melawat klinik-klinik kecil di negeri Sarawak untuk memberi pendidikan kepada penduduk kampung mengenai cara pemakanan yang sihat khususnya untuk kanak-kanak yang sedang membesar. Setiap makanan yang dibeli ada kandungan nutrisi yang tersendiri dan itu harus diperhatikan sebelum memakannya. Vitamin C, A, B, E dan supplement lain harus di ambil dalam jumlah yang betul.

Sama seperti waktu kita memakan ubat/makanan, kita harus meneliti kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya bagi mengelakkan “food poisoning” atau “over dose”. Saya melihat hal yang sama dalam setiap perubahan yang ingin kita “makan” (consume). Tidak setiap perubahan itu harus terjadi pada waktu itu, ada yang perlu melalui suatu tempoh waktu, ada yang belum waktunya dan ada yang tidak perlu. Ada beberapa hal yang boleh menjadi pertimbangan kita dalam kita mengalami perubahan. Jika kita mengambil sesuatu perubahan dengan terburu-buru, kita boleh saja “overdose”, perubahan yang pada awalnya bertujuan baik itu akhirnya menjadi buruk dan sia-sia.

Here’s another anology. Sewaktu saya pergi ke korea selatan pada tahun lalu, saya telah mencuba beberapa makanan tradisional korea. Banyak macam jenis makanan, ada yang sesuai dan ada yang memang susah mau masuk. Namun, saya yakin, saya pasti boleh menyesuaikan diri saya dengan makanan-makanan tersebut sekiranya saya tinggal lebih lama di sana. Tubuh badan dan deria rasa saya memerlukan masa untuk membiasakan diri dengan rasa, tekstur dan bau makanan yang ada disana. Begitu halnya dengan perubahan yang baru, tubuh, fikiran dan hati kita harus dipersiapkan terlebih dahulu, jika tidak, kita boleh saja “memuntahkan” idea-idea perubahan yang datang sekiranya kita bertindak tanpa menyelidiki perubahan yang mau diambil dan kesan aplikasinya kepada diri kita.

I have seen so many good ideas and good teaching (in church) been brought in and there’s no doubt that these things bring positive changes to the person/church/organization. However, if it’s not at the right timing, the right dosage and the right method, all this will be wasted. Saya ingin membagikan beberapa hal yang mungkin boleh kita ambil dalam kita mengalami suatu perubahan baru

1 // selidiki dengan kebenaran firman Tuhan setiap perubahan yang ingin kita lakukan. (1 Yohanes 4:1, 1 Korintus 2:15).

2 // The right timing. Segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk pembaharuan. Namun segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 8:6).

3 // Is it useful?. Ketahui apa yang berguna bagi diri anda / gereja anda / organisasi anda (1 Korintus 10:23). Kita mungkin sibuk membawa masuk perubahan demi perubahan tanpa menyedari apakah ianya membangun diri kita. Segala macam jenis buku kita baca dan segala macam fakta kita masukkan dalam fikiran kita dan langsung mengaplikasikannya tanpa menyelediki apakah ianya berguna atau tidak. Apa yang berkesan bagi diri orang lain tidak semestinya berkesan bagi diri kita.

Ada perubahan yang memang Tuhan wujudkan khusus untuk orang lain dan khusus untuk orang tersebut sahaja. Jangan kita mengotakkan (meletakkan di dalam kotak alias menghadkan) pekerjaan Tuhan. Dia punya cara yang berbeza bagi situasi, tempat, peribadi dan waktu yang berbeza.

4 // devine intervention. Segala sesuatu perubahan yang ingin kekal lama harus ada campur tangan dari Tuhan. Setiap perubahan yang berdasarkan hikmat kebijaksanaan dan pengalaman manusia pasti tidak akan kekal lama.

I hope and pray that God will speak to you from these postings of mine. I would like to hear your comments If you’re given new insight and new revelation after reading this. Have a blessed day.

Thursday, March 11, 2010

NEW BUT OLD (part 1)

Roma 12:2 memang setiap kita sudah maklum “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan (membezakan) manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

This is one famous verse dan ayat ini banyak sekali digunakan setiap kali kata TRANSFORMASI atau PERUBAHAN itu dilaungkan. Demi menyahut seruan PERUBAHAN ini, maka gereja-gereja Tuhan termasuk peribadi-peribadi sendiri, mula lah melakukan perubahan. Terjadi pertobatan dan transformasi...ada yang mendadak, ada yang mengambil masa yang cukup lama untuk “berganti kulit” bahkan ada yang give up dan berbalik kepada kondisi yang asal.Saya sendiri tergolong dalam kumpulan orang yang sukakan PERUBAHAN dan selalu melaungkan kata PERUBAHAN / TRANSFORMASI.

Penampilan peribadi pun berubah, bahkan penampilan gereja pun berubah, lebih bersifat kontemporari dan ibadah langsung berubah, komsel berubah, cara pelayanan berubah, cara bekerja berubah, cara belajar berubah...semuanya mengalami perubahan (meskipun ada yang selesa dengan tradisi lama). Namun, there’s a little problem, these changes didn’t SUSTAIN. Perubahan ini tidak kekal lama. Banyak program, event-event diadakan bagi tujuan mempromosikan perubahan yang ingin diwujudkan, namun perubahan yang terjadi tidak kekal lama. Saya mula menyelidiki dan merefleksi diri saya sendiri. Apakah perubahan dalam diri saya bersifat sementara, jika tidak, apakah saya konsisten menghasilkan buah-buah pertobatan sesuai dengan perubahan yang saya alami? Apakah gereja saya dan youth gereja saya konsisten dengan perubahan yang terjadi?

Kita cenderung melihat perubahan itu berlaku dari luar, padahal perubahan itu harus dari dalam. Cenderung ditekankan perubahan fizik secara luaran agar kelihatan meyakinkan...agar orang lain lihat bahwa kita itu sedang berubah dan up-to-date. Ya, kita boleh saja menghadiri seberapa banyak kelas pemuridan, seminar-seminar dan membaca buku-buku...namun perubahan itu berlaku SETIAP HARI, SETIAP SAAT dan ianya sesuatu yang FRESH! dan bermula dari dalam! Kita boleh saja memiliki gedung gereja yang sesuai dengan tahun konsep 2010 namun pemikiran kita, cara pelayanan kita, mentality kita masih lama! Lebih parah lagi kalau mentality kita masih di takuk lama (canggihnya bahasa), in other words, we might appear as an up-to-date person/church/organization, but inside us, in our head, it is still ideas/the mind of the old one. We can appear NEW outside but OLD inside.

Saya selalu diperingatkan Tuhan untuk mendapat rhema baru (fresh revelation) daripadaNya setiap hari. Bahkan dalam setiap kesempatan pelayanan, saya minta sesuatu yang baru dari Tuhan meskipun apa yang saya akan ajarkan/khotbahkan adalah hal yang sudah saya kuasai . Mengapa kadangkala kita conflict dengan setiap perubahan yang terjadi disekitar kita, khususnya perubahan yang masuk ke gereja kita? Konflik timbul kerana fikiran kita tidak dibaharui terus menerus sehingga kita tidak dapat membezakan “..manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Semua macam jenis perubahan, jenis pengajaran pun kita masukkan ke dalam fikiran kita tanpa kita analisa dan selidiki apakah ini waktu yang sesuai dan apakah diri kita siap untuk menerima dan hidup sesuai dengan perubahan yang wujud. Perubahan bukanlah sesuatu yang hanya diperkatakan dan dilaung-laungkan, sebaliknya dihidupi sehingga menjadi gaya hidup.

Saya sangat percaya, setiap perubahan yang mahu dicapai harus ada persiapan. Persiapan secara rohani ( Roh kita, fikiran & hati kita) mahupun persiapan secara fizik (hal-hal teknikal). Persiapan ini harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum men”download” input yang baru. Namun, banyak terjadi dimana anak-anak Tuhan (termasuk saya dulu), terus menerus mendownload input-input yang ada tanpa persiapan. Akhirnya, perubahan itu tidak dapat ditangkap sepenuhnya dan hanya luaran / casing / packaging nya ja yang ditangkap, tapi intinya belum ditangkap sepenuhnya. Kononnya sudah berubah, kita pun mempamerkan packaging baru kita padahal, dalam diri kita masih yang lama. Akhirnya, perubahan itu tidak kekal lama kerana kita mulai jenuh (boring), mulai tidak konsisten menjaga “casing” luaran kita...mulailah berkompromi dengan standard-standard dan nilai-nilai yang disepakati bersama sewaktu perubahan tersebut mula terjadi. Sebab apa? Sebab pemikiran kita belum menganalisa sepenuhnya perubahan yang terjadi, sebab kita sendiri belum mengerti, belum menangkap esensi sebenar bagi perubahan tersebut.

Seperti dalam Matius 9:17 “ Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik.”

I will continue with second part of this topic later. Sebagai kesimpulan, sesuatu perubahan itu harus berlaku dari dalam diri kita sebelum ianya dimanifestasikan diluar diri kita. It is something not easy but God will give us the strength to sustain throughout the whole process. I’m being process by Him, I believe same goes to you. Stay blessed.



Wednesday, March 3, 2010

JESUS on board



This is a post dedicated to all of you who think that ministry is only happening in church and who giving so many excuse for not involving in God's work. Yep, this is a lesson i learnt while I'm in limbang a couple days ago.

Well, saya percaya most of us pernah mendengar dan membaca Lukas 5:1-11. Mengenai Yesus menaiki perahunya Simon Petrus. Here's some point i want to share:
1) Yesus melayani kita secara one-to-one (Personal ministry, personal touch)
Yesus melayani orang banyak namun Dia turut melayani peribadi secara personal sesuai dengan market place peribadi itu sendiri. Yesus mengajak Simon Petrus untuk pergi ke tempat yang dalam dan membawa Simon menangkan ikan. Simon adalah seorang nelayan, danau galilea dan industri perikanan adalah marketplacenya Simon. Perhatikan, pada waktu itu, Simon belum dipanggil menjadi murid Yesus. Seringkali kita berfikir bahawa Yesus hanya akan melakukan pekerjaan-Nya di acara-acara kerohanian, di acara-acara gereja. But we know that's not the whole fact. Jesus is with you now, yes! wherever you are, whatever you do, He is with you now dan Dia mau bersama-sama dengan kita ditempat kerja/kuliah kita.

2) Yesus memanggil kita sesuai dengan keadaan kita pada waktu itu
We often think that we can only hear God's calling when we pray in church and during altar-call, when our pastor lay hand on us. Yesus memanggil Simon Petrus untuk menjadi penjala manusia sewaktu Dia sedang bersama Simon menjala ikan...bukan sewaktu altar KKR or bukan sewaktu ada pengkhotbah dari luar datang or bukan sewaktu ada ribut petir dan conference besar. CUkup sederhana namun memberi impak kepada kehidupan Simon. Did you hear Jesus's call at your marketplace?

3) Yesus sangat RELEVANT
Sewaktu Yesus memanggil Simon untuk mengikutinya, Dia tidak memberi istilah/gelaran yang bombastik kepada Simon...Dia tidak berkata : "SImon, mulai hari ini, engkau ku pilih menjadi pendeta, engkau ku pilih menjadi pemimpin bagi jemaat yang pertama"...NO. Sebaliknya, Yesus cukup RELEVANT, Dia memanggil Simon menjadi PENJALA MANUSIA, satu terms/istilah yang difahami dan "nyambung" dengan Simon. Hey guys, Jesus is calling you to be His engineer, accountant, musicians, dancers, students etc.

4) Yesus mau mengubah cara fikir kita
Perhatikan, mentang-mentang SImon seorang nelayan dan Yesus seorang tukang kayu, dia sempat berbalas cakap dengan Yesus sewaktu Yesus menyuruhnya menebarkan jala. Ayat 4 "...bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi kerana Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga"

Berapa banyak kita yang respon akan panggilan Tuhan seperti Simon? bila Yesus ingin kita melayani seseorang di marketplace kita, kita bagi alasan yang kedengarannya munasabah. Sampai kita menutup hati kita dengan pemikiran-pemikiran lama dan pengalaman-pengalaman kita. Akibatnya, kita buta hati. Hati kita berfungsi hanya di gereja. Hari ini, mari dengarkan, mari bukakan fikiranmu, mari ubah cara pandang mu akan marketplacemu. Jesus want you to do something.

5) The impossible menjadi the POSSIBLE!
Bila kita taat dengan Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkannya bagi marketplace kita, mukjizat terjadi! Simon sendiri tidak percaya dengan jumlah ikan yang ditangkap. Sampai dia harus memanggil teman-teman yang lain untuk membantunya. Hey guys, i know there's so many impossible things happening at your marketplace. It might be your boss, your lecturer, your collegues or your classmates or your friends....but remember this, when we listen to God's calling, the impossible will become the POSSIBLE. Belajar untuk taat. Understanding comes after obedience.

So, if Jesus wants to be on board...will you allow Him?






99 : 1



Saya baru saja balik dari pelayanan bersama Ps. Simon di SIB Bandar Limbang. Wow! pekerjaan Tuhan di sana sangat rruuuuaaarrrrr biiaaaasssshhhhhaaaaaa! I really encourage any of you readers to find time to go to visit their church. Not because it's a modern church (memang bangunan mereka baru & besar) but it's because of the testimony of the pastor & the people of SIB bandar Limbang. Saya sangat terinspirasi oleh mereka.

ANyway, i'm not gonna talk about my trip to Limbang, tapi something related to it. One thing yang Tuhan bukakan pada saya sejak akhir-akhir ini adalah mengenai 99 : 1 (baca: sembilan puluh sembilan nisbah satu) Sangat mengubah persepsi saya mengenai setiap event-event, acara-acara bahkan program-program kerohanian yang pernah saya anjurkan dan hadiri.

Let me start by asking you (and myself) a question. Ada hal yang terjadi di dunia yang boleh membawa sukacita besar di syurga. Apakah hal tersebut? KKR? Youth Conference/convention? Konsert rohani besar yang dihadiri ribuan? Gedung gereja yang dapat dibangun? Kelas-kelas Pemuridan? Penghasilan album rohani? I still remember when I'm still active playing music in church, organizing events & concerts. Waktu itu saya betul-betul enjoy dan merasa sukacita melihat ramai yang datang, apalagi melihat komitmen & kesungguhan dari team saya yang sama-sama mau melayani jiwa-jiwa. Apalagi setelah mendapat komen yang positif (komen negatif ada juga) dari para pemimpin dan teman-teman lain. So, i was glad and i believe I've done my best (for that event) dan saya percaya Tuhan disenangkan melalui pelayanan saya dan teman-teman. Namun saya dibukakan saat membaca LUkas 15: 4-7.

Ya! cerita mengenai domba yang hilang. All of us have heard it before, itu kan cerita sewaktu kita di sekolah minggu. Nah, cerita yang sederhana inilah yang membukakan mata saya dan sekaligus mengubah persepsi saya mengenai segala sesuatu seputar pelayanan gereja & acara-acara kerohanian yang kita adakan selama ini.

Apa yang membawa sukacita besar di syurga? perhatikan ayat 7 "Aku berkata pada mu: demikian juga akan ada sukacita di sorga kerana satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita kerana sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan"

Got the idea of 99:1? 1 jiwa yang bertobat lebih membawa kesukaan yang besar bagi Bapa kita yang di syurga. Apa pun aktiviti, apapun event, apapun acara yang kita anjurkan/adakan di gereja, biarlah ini menjadi target kita. Bukannya berapa kuantiti yang datang, ramai atau sedikit, yang menjadi target kita adalah sekurang-kurangnya, 1 jiwa bertobat. Bertobat bukan sekadar mengaku dosa, namun mula mengizinkan Tuhan mengubah seluruh hidup (inside-out).

SO guys, hope you are blessed and inspired by this post. Feel free to comment. Stay connected, stay inspired. Be blessed :)