Thursday, June 11, 2009

The Giant Killer

The Giant Killer

Saya pernah melalui saat-saat di mana saya merasa bahawa saya berada di puncak tertinggi dalam pelayanan saya, saya merasa bahawa saya sudah melakukan sesuatu yang besar bagi generasi saya. Memang saya dapat melihat tangan Tuhan memimpin saya ke tempat yang lebih tinggi lagi…saya bersyukur untuk hal ini. Namun, kesombongan mula mengintai di pintu hati saya.


Saya merasakan saya seorang saja yang telah mengalahkan “Goliat” di dalam pelayanan saya. Waktu RYC baru ditubuhkan 2 tahun yang lalu, saya mendapat banyak pujian dan dorongan daripada rakan sepelayanan dan beberapa peribadi yang melihat permulaan yang baik dalam RYC. Ibadah Wake UP! service RYC yang pertama saja mencecah 200 orang! Wow! Saya sudah melakukan sesuatu yang besar! Saya sudah mengalahkan goliath, goliath yang menjadi penghalang pada pertumbuhan anak-anak muda di gereja saya selama ini. Itulah yang saya fikirkan pada waktu itu.

Namun saya akhirnya sedar bahawa bukan Daud saja yang dapat mengalahkan gergasi, ada beberapa orang lain yang Tuhan pakai untuk mengalahkan gergasi-gergasi. Bahkan beberapa tahun kemudian setelah mengalahkan Goliat, Daud dan bangsa Israel berhadapan dengan gergasi-gergasi palestin yang lain. Bahkan ada Daud sendiri hampir-hampir dikalahkan oleh gergasi lain sehingga dia harus ditolong oleh perajuritnya. Jika kita baca dalam 2 Samuel 21:15-22, selain Daud, ada lagi beberapa orang yang telah mengalahkan gergasi-gergasi lain.
Setelah membaca ayat tersebut saya sepertinya mendapat tamparan hebat. Tamparan yang membuat saya merasa diri saya sangat kecil. Saya diremukkan oleh TUhan dan langsung saya bertobat pada waktu itu. Saya merasa bahawa hanya saya, hanya RYC, hanya gereja saya saja yang Tuhan boleh pakai untuk melakukan perkara-perkara besar (sombong bangetttt!).


Sejak hari itu saya mulai sedar bahawa pentingnya setiap orang, setiap pemimpin dari berbagai-bagai gereja untuk melihat setiap mereka sebagai satu tubuh Kristus yang saling melengkapi. RYC memerlukan youth ministry dari gereja-gereja lain untuk memenangkan anak-anak muda bagi Yesus. There’s no one man show here, tiada superman, hanya ada superteam!


Friends, bertobatlah sekiranya anda pernah merasa sombong seperti saya dahulu, we’re not the only one who God can use to do greater things for Him. Bagi yang belum pernah mengalami apa yang saya alami, puji Tuhan, terus hidup dalam kerendahan hati dan setia mengerjakan apa yang Tuhan sudah percayakan.

2 comments:

  1. hai bro, nice to have u in this blogging world! where people get inspired from our writing. (AMen)

    btw, bro.. semalam kami ada juga sharing soal kesombongan dlm persekutuan doa. Paling bahaya bila kita tidak tau yg kita sudah menjadi sombong di hadapan Tuhan. Iya kan!

    Btw, sy diberkati dengan pandangan/pendapat yg bro tulis. Cumanya baru hari ni dapat buat komen. nanti sy komen lagi..hehehhe

    Terus menulis bro! God Bless.

    ReplyDelete
  2. Bro, frankly I'm truely blessed by this post of yours. Unity comes first, yea I agree.. No one man show here.

    Keep on Standing Up for HIM, Bro! Have a nice day. GBU.

    ReplyDelete